<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-8460237645135089708</id><updated>2011-08-04T09:37:25.767+07:00</updated><title type='text'>My_bLog</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://dikapolcil-dika.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8460237645135089708/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dikapolcil-dika.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>dika</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16557657275003494791</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_FAKl-RT0B2w/S2pHVXDhqEI/AAAAAAAAAC4/P-1ZDaD3BJ8/S220/mbuh.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>15</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8460237645135089708.post-8901906945761892373</id><published>2010-01-14T09:43:00.004+07:00</published><updated>2010-01-14T10:01:37.087+07:00</updated><title type='text'>IP Versi6</title><content type='html'>Alamat IP versi 6 (sering disebut sebagai alamat IPv6) adalah sebuah jenis pengalamatan jaringan yang digunakan di dalam protokol jaringan TCP/IP yang menggunakan protokol IP versi 6. Panjang totalnya adalah 128-bit, dan secara teoritis dapat mengalamati hingga 2128=3,4 x 1038 host komputer di seluruh dunia. Contoh alamat IP versi 6 adalah 21DA:00D3:0000:2F3B:02AA:00FF:FE28:9C5A.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda dengan IPv4 yang hanya memiliki panjang 32-bit (jumlah total alamat yang dapat dicapainya mencapai 4,294,967,296 alamat), alamat IPv6 memiliki panjang 128-bit. IPv4, meskipun total alamatnya mencapai 4 miliar, pada kenyataannya tidak sampai 4 miliar alamat, karena ada beberapa limitasi, sehingga implementasinya saat ini hanya mencapai beberapa ratus juta saja. IPv6, yang memiliki panjang 128-bit, memiliki total alamat yang mungkin hingga 2128=3,4 x 1038 alamat. Total alamat yang sangat besar ini bertujuan untuk menyediakan ruang alamat yang tidak akan habis (hingga beberapa masa ke depan), dan membentuk infrastruktur routing yang disusun secara hierarkis, sehingga mengurangi kompleksitas proses routing dan tabel routing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sama seperti halnya IPv4, IPv6 juga mengizinkan adanya DHCP Server sebagai pengatur alamat otomatis. Jika dalam IPv4 terdapat dynamic address dan static address, maka dalam IPv6, konfigurasi alamat dengan menggunakan DHCP Server dinamakan dengan stateful address configuration, sementara jika konfigurasi alamat IPv6 tanpa DHCP Server dinamakan dengan stateless address configuration.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti halnya IPv4 yang menggunakan bit-bit pada tingkat tinggi (high-order bit) sebagai alamat jaringan sementara bit-bit pada tingkat rendah (low-order bit) sebagai alamat host, dalam IPv6 juga terjadi hal serupa. Dalam IPv6, bit-bit pada tingkat tinggi akan digunakan sebagai tanda pengenal jenis alamat IPv6, yang disebut dengan Format Prefix (FP). Dalam IPv6, tidak ada subnet mask, yang ada hanyalah Format Prefix.&lt;br /&gt;Pengalamatan IPv6 didefinisikan dalam RFC 2373&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: georgia; color: rgb(204, 51, 204);"&gt;Format Alamat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam IPv6, alamat 128-bit akan dibagi ke dalam 8 blok berukuran 16-bit, yang dapat dikonversikan ke dalam bilangan heksadesimal berukuran 4-digit. Setiap blok bilangan heksadesimal tersebut akan dipisahkan dengan tanda titik dua (:). Karenanya, format notasi yang digunakan oleh IPv6 juga sering disebut dengan colon-hexadecimal format, berbeda dengan IPv4 yang menggunakan dotted-decimal format.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini adalah contoh alamat IPv6 dalam bentuk bilangan biner:&lt;br /&gt;00100001110110100000000011010011000000000000000000101111001110110000001010101010000000001111111111111110001010001001110001011010&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menerjemahkannya ke dalam bentuk notasi colon-hexadecimal format, angka-angka biner di atas harus dibagi ke dalam 8 buah blok berukuran 16-bit:&lt;br /&gt;0010000111011010 0000000011010011 0000000000000000 0010111100111011 0000001010101010&lt;br /&gt;0000000011111111 1111111000101000 1001110001011010&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, setiap blok berukuran 16-bit tersebut harus dikonversikan ke dalam bilangan heksadesimal dan setiap bilangan heksadesimal tersebut dipisahkan dengan menggunakan tanda titik dua. Hasil konversinya adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;21DA:00D3:0000:2F3B:02AA:00FF:FE28:9C5A&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 51, 204); font-weight: bold;"&gt;Penyederhanaan bentuk alamat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alamat di atas juga dapat disederhanakan lagi dengan membuang angka 0 pada awal setiap blok yang berukuran 16-bit di atas, dengan menyisakan satu digit terakhir. Dengan membuang angka 0, alamat di atas disederhanakan menjadi:&lt;br /&gt;21DA:D3:0:2F3B:2AA:FF:FE28:9C5A&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konvensi pengalamatan IPv6 juga mengizinkan penyederhanaan alamat lebih jauh lagi, yakni dengan membuang banyak karakter 0, pada sebuah alamat yang banyak angka 0-nya. Jika sebuah alamat IPv6 yang direpresentasikan dalam notasi colon-hexadecimal format mengandung beberapa blok 16-bit dengan angka 0, maka alamat tersebut dapat disederhanakan dengan menggunakan tanda dua buah titik dua (:). Untuk menghindari kebingungan, penyederhanaan alamat IPv6 dengan cara ini sebaiknya hanya digunakan sekali saja di dalam satu alamat, karena kemungkinan nantinya pengguna tidak dapat menentukan berapa banyak bit 0 yang direpresentasikan oleh setiap tanda dua titik dua (:) yang terdapat dalam alamat tersebut. Tabel berikut mengilustrasikan cara penggunaan hal ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alamat asli Alamat asli yang disederhanakan Alamat setelah dikompres&lt;br /&gt;FE80:0000:0000:0000:02AA:00FF:FE9A:4CA2 FE80:0:0:0:2AA:FF:FE9A:4CA2 FE80::2AA:FF:FE9A:4CA2&lt;br /&gt;FF02:0000:0000:0000:0000:0000:0000:0002 FF02:0:0:0:0:0:0:2 FF02::2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menentukan berapa banyak bit bernilai 0 yang dibuang (dan digantikan dengan tanda dua titik dua) dalam sebuah alamat IPv6, dapat dilakukan dengan menghitung berapa banyak blok yang tersedia dalam alamat tersebut, yang kemudian dikurangkan dengan angka 8, dan angka tersebut dikalikan dengan 16. Sebagai contoh, alamat FF02::2 hanya mengandung dua blok alamat (blok FF02 dan blok 2). Maka, jumlah bit yang dibuang adalah (8-2) x 16 = 96 buah bit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(204, 51, 204);"&gt;Format Prefix&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam IPv4, sebuah alamat dalam notasi dotted-decimal format dapat direpresentasikan dengan menggunakan angka prefiks yang merujuk kepada subnet mask. IPv6 juga memiliki angka prefiks, tapi tidak didugnakan untuk merujuk kepada subnet mask, karena memang IPv6 tidak mendukung subnet mask.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prefiks adalah sebuah bagian dari alamat IP, di mana bit-bit memiliki nilai-nilai yang tetap atau bit-bit tersebut merupakan bagian dari sebuah rute atau subnet identifier. Prefiks dalam IPv6 direpesentasikan dengan cara yang sama seperti halnya prefiks alamat IPv4, yaitu [alamat]/[angka panjang prefiks]. Panjang prefiks menentukan jumlah bit terbesar paling kiri yang membuat prefiks subnet. Sebagai contoh, prefiks sebuah alamat IPv6 dapat direpresentasikan sebagai berikut:&lt;br /&gt;3FFE:2900:D005:F28B::/64&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada contoh di atas, 64 bit pertama dari alamat tersebut dianggap sebagai prefiks alamat, sementara 64 bit sisanya dianggap sebagai interface ID.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(204, 51, 204);"&gt;Jenis-jenis Alamat IPv6&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IPv6 mendukung beberapa jenis format prefix, yakni sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   * Alamat Unicast, yang menyediakan komunikasi secara point-to-point, secara langsung antara dua host dalam sebuah jaringan.&lt;br /&gt;   * Alamat Multicast, yang menyediakan metode untuk mengirimkan sebuah paket data ke banyak host yang berada dalam group yang sama. Alamat ini digunakan dalam komunikasi one-to-many.&lt;br /&gt;   * Alamat Anycast, yang menyediakan metode penyampaian paket data kepada anggota terdekat dari sebuah group. Alamat ini digunakan dalam komunikasi one-to-one-of-many. Alamat ini juga digunakan hanya sebagai alamat tujuan (destination address) dan diberikan hanya kepada router, bukan kepada host-host biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika dilihat dari cakupan alamatnya, alamat unicast dan anycast terbagi menjadi alamat-alamat berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Link-Local, merupakan sebuah jenis alamat yang mengizinkan sebuah komputer agar dapat berkomunikasi dengan komputer lainnya dalam satu subnet.&lt;br /&gt;* Site-Local, merupakan sebuah jenis alamat yang mengizinkan sebuah komputer agar dapat berkomunikasi dengan komputer lainnya dalam sebuah intranet.&lt;br /&gt;* Global Address, merupakan sebuah jenis alamat yang mengizinkan sebuah komputer agar dapat berkomunikasi dengan komputer lainnya dalam Internet berbasis IPv6.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, cakupan alamat multicast dimasukkan ke dalam struktur alamat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(204, 51, 204);"&gt;Unicast Address&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alamat IPv6 unicast dapat diimplementasikan dalam berbagai jenis alamat, yakni:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Alamat unicast global&lt;br /&gt;* Alamat unicast site-local&lt;br /&gt;* Alamat unicast link-local&lt;br /&gt;* Alamat unicast yang belum ditentukan (unicast unspecified address)&lt;br /&gt;* Alamat unicast loopback&lt;br /&gt;* Alamat unicast 6to4&lt;br /&gt;* Alamat unicast ISATAP&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(204, 51, 204);"&gt;Unicast global addresses&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alamat unicast global IPv6 mirip dengan alamat publik dalam alamat IPv4. Dikenal juga sebagai Aggregatable Global Unicast Address. Seperti halnya alamat publik IPv4 yang dapat secara global dirujuk oleh host-host di Internet dengan menggunakan proses routing, alamat ini juga mengimplementasikan hal serupa. Struktur alamat IPv6 unicast global terbagi menjadi topologi tiga level (Public, Site, dan Node).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8460237645135089708-8901906945761892373?l=dikapolcil-dika.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dikapolcil-dika.blogspot.com/feeds/8901906945761892373/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8460237645135089708&amp;postID=8901906945761892373' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8460237645135089708/posts/default/8901906945761892373'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8460237645135089708/posts/default/8901906945761892373'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dikapolcil-dika.blogspot.com/2010/01/ip-versi6.html' title='IP Versi6'/><author><name>dika</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16557657275003494791</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_FAKl-RT0B2w/S2pHVXDhqEI/AAAAAAAAAC4/P-1ZDaD3BJ8/S220/mbuh.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8460237645135089708.post-5520163062139633093</id><published>2009-12-21T17:02:00.003+07:00</published><updated>2009-12-21T17:09:57.730+07:00</updated><title type='text'>Cellular Technology</title><content type='html'>Telekomunikasi seluler mengalami perkembangan yang sangat pesat yaitu ditandai dengan perkembangan jumlah pelanggan, perkembangan teknologi dan layanan. Dari segi perkembangan pelanggan, pertumbuhan pelanggan telepon seluler mengalami peningkatan yang menakjubkan dibanding pertumbuhan dari industri-industri lainnya. Angka pertumbuhan pelanggan telepon seluler secara global mencapai 30% per tahun .&lt;br /&gt;Dari sisi teknologi, teknologi telekomunikasi seluler telah mengalami evolusi mulai dari generasi (1G) berkembang dengan munculnya teknologi generasi berikutnya (2G dan 3G). Saat ini bahkan sudah mulai kajian dan persiapan standarisasi teknologi dan layanan generasi keempat (4G). Perkembangan teknologi seluler tersebut adalah dalam rangka menyediakan kapasitas dan transfer data yang lebih tinggi sehingga mampu mendukung adanya kebutuhan akan layanan yang memerlukan transfer data berkecepatan tinggi, misalnya layanan multimedia.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1978 teknologi seluler masih dalam proses uji coba di Amerika Serikat, namun pada saat ini jutaan orang yang sudah menggunakan piranti telekomunikasi seluler seperti handphone, PDA dan sebagainya. Selain untuk komunikasi suara , penggunaan jaringan seluler telah berkembang ke bentuk komunikasi data seperti video, gambar, animasi dan teks.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada dasarnya teknologi seluler merupakan hasil pengembangan dari teknologi radio yang dikombinasikan dengan teknologi telepon. Dari kombinasi ini dihasilkan teknologi telekomunikasi seluler dengan pirantinya yang bersifat wireless (tanpa kabel), portable (mudah dibawa) dan mobile (dapat dibawa berpindah tempat).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komponen jaringan seluler terdiri dari base station, MTSO (Mobile Telecommunication Switching Office) dan piranti komunikasi seluler. Fungsi dari base station adalah memberikan jalur hubungan komunikasi radio dengan piranti-piranti seluler yang berada dalam suatu wilayah sel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan MTSO bertugas sebagai pengatur lalulintas komunikasi yang menerima dan menghubungkan panggilan dari pengguna piranti seluler ke jaringan PSTN (telepon rumah), memonitor kualitas sinyal komunikasi dan mengatur perpindahan base station yang menangani komunikasi dengan suatu piranti seluler.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Generasi Pertama (1G)&lt;br /&gt;Teknologi telekomunikasi seluler generasi pertama disebut juga sebagai sistem analog. Pada generasi ini yang terkenal adalah AMPS yang dikembangkan oleh Bell Labs USA pada tahun 1970. Teknologi AMPS menggunakan modulasi frekuensi sebagai mekanisme transmisi dan beroperasi pada pita frekuensi 800 MHz. AMPS kemudian menjadi standar komunikasi di seluruh dunia. Beberapa sistem analog lainnya adalah ETACS (Extended Total Access Telecommunication Service) dan NMT (Nordic Mobile telecommunication) yang keduanya banyak digunakan di Eropa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Generasi Kedua (2G)&lt;br /&gt;Sistem telekomunikasi seluler pada generasi kedua menggunakan teknologi digital. Sistem telekomunikasi seluler pada generasi kedua menggunakan basis teknologi TDMA dan CDMA. Sistem yang menggunakan TDMA adalah IS-136 dan GSM. Rancangan utama dari sistem ini adalah untuk mendukung aliran suara berbentuk circuit-switched, pada perkembangannya sistem ini mampu pula mendukung paket data circuit-switched dan Iayanan pesan dengan menggunakan Short Message Service (SMS). Teknologi lainnya pada 2G adalah IS-95 atau Narrowband CDMA dan CDMA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Generasi Trasnsisi (2.5G)&lt;br /&gt;Beberapa teknologi data yang berada pada posisi transisi telah dikembangkan dalam rangka mendapatkan kecepatan transfer data yang lebih tinggi sesegera mungkin dengan biaya implementasi yang lebih murah. Hal ini karena implementasi teknologi 3G memerlukan waktu yang cukup lama dan biaya yang sangat besar. Teknologi-teknologi ini pada umumnya dikembangkan untuk meningkatkan kemampuan dari sistem standar pada 2G dimana implementasinya diperlakukan sebagai proses upgrade terhadap jaringan 2G. Hal ini menyebabkan teknologi-teknologi ini dikelompokkan sebagai teknologi 2.5G.&lt;br /&gt;Sistem berbasis teknologi TDMA pada generasi 2.5G meliputi teknologi IS-96 yang telah memberikan kecepatan lebih tinggi. Sistemberteknologi TDMA pada generasi 2.G meliputi High Speed Circuit Swithed Digital (HSCSD), lxEV dan General Packet Radio Service (GPRS). Teknologi-teknologi tersebut awalnya dikembangkan untuk GSM, tetapi kemudian diadopsi juga oleh badan standarisasi IS-136. Selain GPRS, teknologi lainnya adalah IS-95B dan 1S-95C yang merupakan pengembangan dari CDMA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Generasi Ketiga (3G)&lt;br /&gt;Pada tahun 1985, International Telecommunication Union (ITU) menentukan versi untuk suatu sistem seluler generasi ketiga (3G), pada saat pertama disebut Future Public Land Mobile Telecommunication System (FPLMTS) dan kemudian dinamai Internasional Mobile Telecommunication-2000 (IMT-2000). ITU mehyusun tujuan dari proyek IMT-2000 dan mengalokasikan rentang frekwensi global.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Generasi Ketiga (4G)&lt;br /&gt;Untuk meningkatkan kecepatan akses data yang tinggi dan full mobile maka standar IMT-2000 di tingkatkan lagi menjadi 10Mbps,30Mbps dan 100Mbps yang semula hanya 2Mbps pada layanan 3G.Kecepatan akses tersebut didapat dengan mengguanakan teknologi OFDM(Orthogonal Frequency Division Multiplexing) dan Multi Carrier.Di Jepang layanan generasi keempat ini sudah di implementasikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8460237645135089708-5520163062139633093?l=dikapolcil-dika.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dikapolcil-dika.blogspot.com/feeds/5520163062139633093/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8460237645135089708&amp;postID=5520163062139633093' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8460237645135089708/posts/default/5520163062139633093'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8460237645135089708/posts/default/5520163062139633093'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dikapolcil-dika.blogspot.com/2009/12/cellular-technology.html' title='Cellular Technology'/><author><name>dika</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16557657275003494791</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_FAKl-RT0B2w/S2pHVXDhqEI/AAAAAAAAAC4/P-1ZDaD3BJ8/S220/mbuh.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8460237645135089708.post-8161601542164246127</id><published>2009-12-21T16:38:00.003+07:00</published><updated>2009-12-21T16:48:59.917+07:00</updated><title type='text'>ISDN</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold; font-family: georgia; color: rgb(204, 51, 204);"&gt;SEKILAS ISDN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ISDN (Integrated Services Digital Network) merupakan layanan komunikasi telepon digital sekaligus pengiriman data. Layanan ini ditawarkan oleh Telkom dengan nama "Pasopati". ISDN memungkinkan pengiriman suara, data, teks, grafik, musik, gambar bergerak dan lainnya melalui jaringan telepon digital. Ini berarti pengguna ISDN dapat menggunakan layanan ini untuk melakukan panggilan telepon atau juga mengirim data antar LAN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ISDN Telkom memiliki dua tipe, ISDN PRA (Primary Rate Access, 1984 Kbps) dan ISDN (BRA (Basic Rate Access, 144 Kbps). PRA terdiri dari 30 kanal, masing-masing berukuran 64 Kbps, ditambah sebuah kanal signal sebesar 64 Kbps, total menjadi 1984 Kbps. BRA terdiri dari 2 kanal, masing-masing berukuran 64 Kbps, ditambah sebuah kanal signal sebesar 16 Kbps, total menjadi 144 Kbps. BRA menyediakan transfer data pada 144 Kbps hanya dengan sebuah twisted-pair.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia; font-weight: bold; color: rgb(204, 51, 204);"&gt;PERANGKAT BRA (Basic Rate Access)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komponen ISDN adalah terminal, terminal adapter (disebut TA), perangkat network-termination, perangkat line-termination, dan perangkat exchange-termination. Terminal ISDN ada dua macam. Yang khusus dibuat untuk ISDN disebut sebagai perangkat terminal tipe 1 (disebut TE1). Yang tidak dibuat untuk ISDN, seperti pesawat telepon, yang telah diciptakan sebelum adanya standar ISDN, disebut sebagai tipe 2 (disebut TE2). TE1 dihubungkan dengan network ISDN menggunakan kabel twisted-pair 4 kabel digital. TE2 yang hendak dihubungkan ke ISDN harus melalui sebuah terminal adapter (TA). TA bisa berupa perangkat yang berdiri sendiri atau dapat juga berupa board di dalam sebuah TE2.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di atas perangkat TE1 dan TE2, koneksi berikutnya adalah perangkat network-termination tipe 1 (NT1) atau network-termination tipe 2 (NT2). Perangkat ini adalah perangkat yang menghubungkan pengkabelan pelanggan ke local loop 2 kabel. Perangkat NT2 lebih kompleks dan biasanya ditemukan di perangkat PBX dan melaksanakan tugas protokol layer 2 dan 3. Perangkat NT1 dan NT2 juga terdapat pada perangkat yang mengkombinasikan fungsi NT1 dan NT2.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perangkat ISDN dapat "memanggil" perangkat ISDN lainnya yang dihubungkan dengan jalur ISDN. Dengan cara ini pelanggan dapat menghubungkan 2 LAN pada daerah yang berjauhan dengan koneksi full digital berkecepatan hingga 128 Kbps. Dibawah ini adalah gambaran sederhana tentang koneksi dua perangkat ISDN melalui jalur ISDN milik Telkom.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada dua macam WAN port ISDN pada router ISDN. Pertama adalah S/T interface dan kedua adalah U interface. Router ISDN dengan U interface telah memiliki perangkat NT1 terintegrasi di dalamnya. Pada beberapa kasus, pelanggan di Jakarta sebaiknya menggunakan perangkat ISDN dengan NT-1 yang tidak terintegrasi di dalam perangkat. Gunakanlah perangkat ISDN dengan S/T interface, dan gunakan NT1 eksternal. Penggunaan perangkat ISDN dengan NT1 yang terintegrasi di dalamnya seringkali mengakibatkan ketidaksesuaian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umumnya perangkat modem dan router ISDN memiliki 2 port RJ-11 yang dapat dihubungkan ke pesawat telepon biasa (analog). Mengapa dua? Karena ISDN BRA memiliki dua kanal 64 Kbps, setiap kanal dapat digunakan untuk melakukan panggilan telepon atau mengirimkan data. Jadi, apabila sedang tidak digunakan untuk mengirimkan data, kedua kanal tadi masing-masingnya dapat digunakan untuk melakukan panggilan telepon. Apabila router atau modem tersebut sedang menggunakan bandwidth sampai 64 Kbps maka baru satu kanal yang digunakan, kanal satunya dapat dipergunakan untuk melakukan panggilan telepon. Namun apabila router atau modem tersebut sedang menggunakan bandwidth lebih besar dari 64 Kbps maka kedua kanal tadi akan terpakai dan tidak dapat digunakan untuk melakukan panggilan telepon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(204, 51, 204);"&gt;PRO DAN KONTRA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keunggulan ISDN:&lt;br /&gt;·      Pelanggan dapat menggunakan saluran ISDN untuk telepon dan data.&lt;br /&gt;·      Kecepatan melebihi modem analog 56 Kbps, tanpa penurunan kualitas.&lt;br /&gt;·      Tidak membutuhkan pengkabelan baru, dapat menggunakan kabel telepon yang&lt;br /&gt;       sudah ada untuk dimigrasikan ke ISDN.&lt;br /&gt;·      Koneksi full digital.&lt;br /&gt;·      Instalasi yang relatif cepat oleh Telkom (apabila sudah tercakup&lt;br /&gt;       dalam wilayah yang memiliki jaringan ISDN).&lt;br /&gt;·      Pengguna dapat mematikan koneksinya sewaktu-waktu untuk menghemat&lt;br /&gt;       biaya pulsa ISDN Telkom.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekurangan ISDN:&lt;br /&gt;·      Layanan ini tidak terdapat di semua wilayah.&lt;br /&gt;·      Penggunaan ISDN yang kontinyu menjadikannya lebih mahal dari koneksi&lt;br /&gt;       leased line.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8460237645135089708-8161601542164246127?l=dikapolcil-dika.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dikapolcil-dika.blogspot.com/feeds/8161601542164246127/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8460237645135089708&amp;postID=8161601542164246127' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8460237645135089708/posts/default/8161601542164246127'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8460237645135089708/posts/default/8161601542164246127'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dikapolcil-dika.blogspot.com/2009/12/isdn.html' title='ISDN'/><author><name>dika</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16557657275003494791</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_FAKl-RT0B2w/S2pHVXDhqEI/AAAAAAAAAC4/P-1ZDaD3BJ8/S220/mbuh.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8460237645135089708.post-355153950694890740</id><published>2009-12-14T16:46:00.006+07:00</published><updated>2009-12-14T17:03:37.070+07:00</updated><title type='text'>ATM ( Anjungan Tunai Mandiri / Automated Teller Machine)</title><content type='html'>&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="color:#cc33cc;"&gt;1. ATM&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;ATM (Automatic teller machine atau automated teller machine,di &lt;a title="Indonesia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia"&gt;Indonesia&lt;/a&gt; juga kadang merupakan singkatan bagi anjungan tunai mandiri) adalah sebuah alat elektronik yang mengijinkan nasabah &lt;a title="Bank" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bank"&gt;bank&lt;/a&gt; untuk mengambil uang dan mengecek rekening tabungan mereka tanpa perlu dilayani oleh seorang "teller" manusia. Banyak ATM juga mengijinkan penyimpanan &lt;a title="Uang" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Uang"&gt;uang&lt;/a&gt; atau &lt;a title="Cek" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Cek"&gt;cek&lt;/a&gt;, transfer uang atau bahkan membeli &lt;a class="mw-redirect" title="Perangko" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Perangko"&gt;perangko&lt;/a&gt;.Banyak ATM juga telah mengizinkan para nasabah bank untuk membeli keperluan hidup melalui tarnsaksi ATM. Artinya ATM tidak hanya melayani nasabah bank untuk menyimpan atau mengambil uang secara otomatis. Seperti banyak ATM yang memberikan kemudahan nasabah untuk mentransfer uang ke sesama bank atau ke bank-bank yang berbeda, membeli pulsa atau perangko, dan lain sebagainya. ATM (AutomaticTeller Machine, atau Automated Teller Machine, atau di Indonesia dikenal sebagai Anjungan Tunai Mandiri) sudah bukan merupakan benda asing lagi bagi rakyat negara ini. Penduduk kota maupun desa sudah sangat akrab dengan mesin pencetak uang otomatis ini. Dengan perkembangan teknologi yang pesat saat ini, ATM sudah menyediakan banyak kemudahan bagi semua orang, transaksi apapun dapat dilakukan melalui alat ini, mulai dari penarikan tunai, transfer uang, pemindah bukuan, pembayaran tagihan, bahkan setoran tunai maupun cetak buku dapat dilakukan di ATM, dan akses ATM juga dapat dilakukan via mobile bahkan internet. Namun sedikit pula yang mengetahui secara rinci bagaimana mesin ini bekerja dan melayani setiap nasabahnya serta seperti apa awal dari munculnya mesin ini. Semua pertanyaan tersebut akan dibahas pada subjudul berikutnya.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#cc33cc;"&gt;2. SEJARAH ATM (AUTOMATIC TELLER MACHINE atau ANJUNGAN TUNAI MANDIRI)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pada mulanya mesin pintar ini ditemukan oleh Don Wetzel, Vice President of Product Planning pada perusahaan Docutel (Sumber: Kompas.co.id). Kompas.co.id juga menerangkan bahwa konsep ATM pertama kali lahir pada tahun 1968, lalu prototipenya muncul setahun kemudian, dan akhirnya Ducotel mendaftarkannya pada Kantor paten pada tahun 1973.&lt;br /&gt;Perusahaan Docutel membeli mesin ATM dari tiga orang pembuatnya, yaitu Don Wetzel, yang pada saat itu adalah seorang Vice President of Product Planning di Docutel, Tom Barnes, Kepala Mekanik dan George Chastian, seorang insyinyur listrik. Ide awalnya berasal dari Wetzel, ketika mengantre di bank. Wetzel kerapkali merasa capai ketika berurusan dengan bank yang harus selalu mengantre untuk satu layanan sebagai nasabah bank. Hingga akhirnya ketiga penemu ini menciptakan mesin ATM yang di Indonesia dikenal dengan istilah Anjungan Tunai Mandiri. Dan dana yang dihabiskan untuk sebuah mesin ATM pertama kali adalah sekitar lima juta dollar. Kemudian Perusahaan Docutel mengembangkan peralatan penanganan bagasi secara otomatis pada tahun 1968.&lt;br /&gt;ATM pertama dipasang atau digunakan oleh sebuah bank di New York, yaitu Chemical Bank New York. Namun, fakta ini masih menjadi sebuah controversial oleh banyak pihak, karena banyak bank yang mengclaim sebagai pengguna Automatic Teller Machine pertama, tapi Chemical Bank New York menyatakan hal tersebut berdasarkan catatan yang dibuat oleh Wetzel.&lt;br /&gt;ATM pertama ini tidak diletakkan di lobi bank, melainkan di dinding luar bank yang menghadap ke jalan raya. Dan untuk melindungi mesin dari hujan dan sinar matahari bank menggunakan kanopi. Dan saat ini, perkembangan ATM telah merambah ke seluruh dunia termasuk Negara ini untuk melakukan berbagai transaksi perbankan. Secara umum ATM terdiri dari box ATM, tombol angka sebagai keyboard yang dilengkapi tombol cancel, enter dan exit, kemudian sebuah layar atau monitor dan kamera (optional) yang biasa terlihat dari luar bilik ATM. Sementara di dalam ATM itu sendiri terdiri dari sebuah CPU, keyboard, modem, kotak uang, printer mini dan card reader.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8460237645135089708-355153950694890740?l=dikapolcil-dika.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dikapolcil-dika.blogspot.com/feeds/355153950694890740/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8460237645135089708&amp;postID=355153950694890740' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8460237645135089708/posts/default/355153950694890740'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8460237645135089708/posts/default/355153950694890740'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dikapolcil-dika.blogspot.com/2009/12/atm-anjungan-tunai-mandiri-automated.html' title='ATM ( Anjungan Tunai Mandiri / Automated Teller Machine)'/><author><name>dika</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16557657275003494791</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_FAKl-RT0B2w/S2pHVXDhqEI/AAAAAAAAAC4/P-1ZDaD3BJ8/S220/mbuh.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8460237645135089708.post-2045049585963538232</id><published>2009-11-17T20:26:00.000+07:00</published><updated>2009-11-17T20:33:34.687+07:00</updated><title type='text'>Frame Relay</title><content type='html'>Frame Relay adalah protokol packet-switching yang menghubungkan perangkat-perangkat telekomunikasi pada satu Wide Area Network (WAN).[1] Protokol ini bekerja pada lapisan Fisik dan Data Link pada model referensi OSI.[2] Protokol Frame Relay menggunakan struktur Frame yang menyerupai LAPD, perbedaannya adalah Frame Header pada LAPD digantikan oleh field header sebesar 2 bita pada Frame Relay.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#cc33cc;"&gt;&lt;span style="color:#cc33cc;"&gt;Keuntungan Frame Relay&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;Frame Relay menawarkan alternatif bagi teknologi Sirkuit Sewa lain seperti jaringan X.25 dan sirkuit Sewa biasa. Kunci positif teknologi ini adalah:[3]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sirkuit Virtual hanya menggunakan lebar pita saat ada data yang lewat di dalamnya, banyak sirkuit virtual dapat dibangun secara bersamaan dalam satu jaringan transmisi.&lt;br /&gt;Kehandalan saluran komunikasi dan peningkatan kemampuan penanganan error pada perangkat-perangkat telekomunikasi memungkinkan protokol Frame Relay untuk mengacuhkan Frame yang bermasalah (mengandung error) sehingga mengurangi data yang sebelumnya diperlukan untuk memproses penanganan error.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#cc33cc;"&gt;&lt;strong&gt;Standarisasi Frame Relay&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Proposal awal mengenai teknologi Frame Relay sudah diajukan ke CCITT semenjak tahun 1984, namun perkembangannya saat itu tidak signifikan karena kurangnya interoperasi dan standarisasi dalam teknologi ini. Perkembangan teknologi ini dimulai di saat Cisco, Digital Equipment Corporation (DEC), Northern Telecom, dan StrataCom membentuk suatu konsorsium yang berusaha mengembangkan frame relay. Selain membahas dasar-dasar protokol Frame Relay dari CCITT, konsorsium ini juga mengembangkan kemampuan protokol ini untuk berinteroperasi pada jaringan yang lebih rumit. Kemampuan ini di kemudian hari disebut Local Management Interface (LMI).[4]&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#cc33cc;"&gt;&lt;strong&gt;Format Frame Relay&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Struktur Frame pada Frame RelayFormat Frame Relay terdiri atas bagian-bagian sebagai berikut:[5]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#cc33cc;"&gt;Flags&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Membatasi awal dan akhir suatu frame. Nilai field ini selalu sama dan dinyatakan dengan bilangan hexadesimal 7E atau 0111 1110 dalam format biner. Untuk mematikan bilangan tersebut tidak muncul pada bagian frame lainnya, digunakan prosedur Bit-stuffing dan Bit-destuffing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#cc33cc;"&gt;&lt;strong&gt;Address&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Terdiri dari beberapa informasi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Data Link Connection Identifier (DLCI), terdiri dari 10 bita, bagian pokok dari header Frame Relay dan merepresentasikan koneksi virtual antara DTE dan Switch Frame Relay. Tiap koneksi virtual memiliki 1 DLCI yang unik.&lt;br /&gt;Extended Address (EA), menambah kemungkinan pengalamatan transmisi data dengan menambahkan 1 bit untuk pengalamatan&lt;br /&gt;C/R, menentukan apakah frame ini termasuk dalam kategori Perintah (Command) atau Tanggapan (Response)&lt;br /&gt;FECN (Forward Explicit Congestion Notification), indikasi jumlah frame yang dibuang karena terjadinya kongesti di jaringan tujuan&lt;br /&gt;BECN (Backward Explicit Congestion Notification), indikasi jumlah frame yang mengarah ke switch FR tersebut tetapi dibuang karena terjadinya kongesti di jaringan asal&lt;br /&gt;Discard Eligibility, menandai frame yang dapat dibuang jika terjadi kongesti di jaringan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#cc33cc;"&gt;Data&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;Terdiri dari data pada layer di atasnya yang dienkapsulasi. Tiap frame yang panjangnya bervariasi ini dapat mencapai hingga 4096 oktet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#cc33cc;"&gt;Frame Check Sequence&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Bertujuan untuk memastikan integritas data yang ditransmisikan. nilai ini dihitung perangkat sumber dan diverifikasi oleh penerima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#cc33cc;"&gt;&lt;strong&gt;Sirkuit Virtual&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2 jenis sirkit dalam Frame Relay: Switched Virtual Circuit dan Permanent Virtual CircuitFrame pada Frame Relay dikirimkan ke tujuannya dengan menggunakan sirkit virtual (jalur logikal dalam jaringan). Sirkit Virtual ini bisa berupa Sirkit Virtual Permanen (Permanent Virtual Circuit / PVC), atau Sirkit Virtual Switch (Switched Virtual Circuit / SVC).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#cc33cc;"&gt;&lt;strong&gt;Permanent Virtual Circuit (PVC)&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;PVC adalah koneksi yang terbentuk untuk menghubungkan 2 peralatan secara terus menerus tanpa memperhitungkan apakah sedang ada komunikasi data yang terjadi di dalam sirkit tersebut. PVC tidak memerlukan proses pembangunan panggilan seperti pada SVC dan memiliki 2 status kerja:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Data Transfer, pengiriman data sedang terjadi dalam sirkit&lt;br /&gt;Idle, koneksi antar titik masih aktif tapi tidak ada data yang dikirimkan dalam sirkit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#cc33cc;"&gt;&lt;strong&gt;Switched Virtual Circuit (SVC)&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;SVC adalah koneksi sementara yang terbentuk hanya pada kondisi dimana pengiriman data berlangsung. Status-status dalam koneksi ini adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Call Setup, hubungan antar perangkat sedang dibangun&lt;br /&gt;Data Transfer, data dikirimkan antar perangkat dalam sirkit virtual yang telah dibangun&lt;br /&gt;Idle, ada koneksi aktif yang telah terbentuk, tetapi tidak ada data yang lewat di dalamnya&lt;br /&gt;Call Termination, pemutusan hubungan antar perangkat, terjadi saat waktu idle melebihi patokan yang ditentukan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8460237645135089708-2045049585963538232?l=dikapolcil-dika.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dikapolcil-dika.blogspot.com/feeds/2045049585963538232/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8460237645135089708&amp;postID=2045049585963538232' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8460237645135089708/posts/default/2045049585963538232'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8460237645135089708/posts/default/2045049585963538232'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dikapolcil-dika.blogspot.com/2009/11/frame-relay.html' title='Frame Relay'/><author><name>dika</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16557657275003494791</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_FAKl-RT0B2w/S2pHVXDhqEI/AAAAAAAAAC4/P-1ZDaD3BJ8/S220/mbuh.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8460237645135089708.post-7216395010451116262</id><published>2009-11-12T09:24:00.002+07:00</published><updated>2009-11-20T09:15:21.633+07:00</updated><title type='text'>Wi-Fi</title><content type='html'>Wi-Fi merupakan kependekan dari Wireless Fidelity, yang memiliki pengertian yaitu sekumpulan standar yang digunakan untuk Jaringan Lokal Nirkabel (Wireless Local Area Networks - WLAN) yang didasari pada spesifikasi IEEE 802.11. Standar terbaru dari spesifikasi 802.11a atau b, seperti 802.16 g, saat ini sedang dalam penyusunan, spesifikasi terbaru tersebut menawarkan banyak peningkatan mulai dari luas cakupan yang lebih jauh hingga kecepatan transfernya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awalnya Wi-Fi ditujukan untuk penggunaan perangkat nirkabel dan Jaringan Area Lokal (LAN), namun saat ini lebih banyak digunakan untuk mengakses internet. Hal ini memungkinan seseorang dengan komputer dengan kartu nirkabel (wireless card) atau personal digital assistant (PDA) untuk terhubung dengan internet dengan menggunakan titik akses (atau dikenal dengan hotspot) terdekat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Spesifikasi&lt;br /&gt;Wi-Fi dirancang berdasarkan spesifikasi IEEE 802.11. Sekarang ini ada empat variasi dari 802.11, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* 802.11a&lt;br /&gt;* 802.11b&lt;br /&gt;* 802.11g&lt;br /&gt;* 802.11n&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Spesifikasi b merupakan produk pertama Wi-Fi. Variasi g dan n merupakan salah satu produk yang memiliki penjualan terbanyak pada 2005.Di banyak bagian dunia, frekuensi yang digunakan oleh Wi-Fi, pengguna tidak diperlukan untuk mendapatkan ijin dari pengatur lokal (misal, Komisi Komunikasi Federal di A.S.). 802.11a menggunakan frekuensi yang lebih tinggi dan oleh sebab itu daya jangkaunya lebih sempit, lainnya sama.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Versi Wi-Fi yang paling luas dalam pasaran AS sekarang ini (berdasarkan dalam IEEE 802.11b/g) beroperasi pada 2.400 MHz sampai 2.483,50 MHz. Dengan begitu mengijinkan operasi dalam 11 channel (masing-masing 5 MHz), berpusat di frekuensi berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Channel 1 - 2,412 MHz;&lt;br /&gt;* Channel 2 - 2,417 MHz;&lt;br /&gt;* Channel 3 - 2,422 MHz;&lt;br /&gt;* Channel 4 - 2,427 MHz;&lt;br /&gt;* Channel 5 - 2,432 MHz;&lt;br /&gt;* Channel 6 - 2,437 MHz;&lt;br /&gt;* Channel 7 - 2,442 MHz;&lt;br /&gt;* Channel 8 - 2,447 MHz;&lt;br /&gt;* Channel 9 - 2,452 MHz;&lt;br /&gt;* Channel 10 - 2,457 MHz;&lt;br /&gt;* Channel 11 - 2,462 MHz&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara teknis operasional, Wi-Fi merupakan salah satu varian teknologi komunikasi dan informasi yang bekerja pada jaringan dan perangkat WLAN (wireless local area network). Dengan kata lain, Wi-Fi adalah sertifikasi merek dagang yang diberikan pabrikan kepada perangkat telekomunikasi (internet) yang bekerja di jaringan WLAN dan sudah memenuhi kualitas kapasitas interoperasi yang dipersyaratkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teknologi internet berbasis Wi-Fi dibuat dan dikembangkan sekelompok insinyur Amerika Serikat yang bekerja pada Institute of Electrical and Electronis Engineers (IEEE) berdasarkan standar teknis perangkat bernomor 802.11b, 802.11a dan 802.16. Perangkat Wi-Fi sebenarnya tidak hanya mampu bekerja di jaringan WLAN, tetapi juga di jaringan Wireless Metropolitan Area Network (WMAN).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena perangkat dengan standar teknis 802.11b diperuntukkan bagi perangkat WLAN yang digunakan di frekuensi 2,4 GHz atau yang lazim disebut frekuensi ISM (Industrial, Scientific dan Medical). Sedang untuk perangkat yang berstandar teknis 802.11a dan 802.16 diperuntukkan bagi perangkat WMAN atau juga disebut Wi-Max, yang bekerja di sekitar pita frekuensi 5 GHz.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tingginya animo masyarakat --khususnya di kalangan komunitas Internet-- menggunakan teknologi Wi-Fi dikarenakan paling tidak dua faktor. Pertama, kemudahan akses. Artinya, para pengguna dalam satu area dapat mengakses Internet secara bersamaan tanpa perlu direpotkan dengan kabel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsekuensinya, pengguna yang ingin melakukan surfing atau browsing berita dan informasi di Internet, cukup membawa PDA (pocket digital assistance) atau laptop berkemampuan Wi-Fi ke tempat dimana terdapat access point atau hotspot.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjamurnya hotspot di tempat-tempat tersebut --yang dibangun oleh operator telekomunikasi, penyedia jasa Internet bahkan orang perorangan-- dipicu faktor kedua, yakni karena biaya pembangunannya yang relatif murah atau hanya berkisar 300 dollar Amerika Serikat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peningkatan kuantitas pengguna Internet berbasis teknologi Wi-Fi yang semakin menggejala di berbagai belahan dunia, telah mendorong Internet service providers (ISP) membangun hotspot yang di kota-kota besar dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa pengamat bahkan telah memprediksi pada tahun 2006, akan terdapat hotspot sebanyak 800.000 di negara-negara Eropa, 530.000 di Amerika Serikat dan satu juta di negara-negara Asia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keseluruhan jumlah penghasilan yang diperoleh Amerika Serikat dan negara-negara Eropa dari bisnis Internet berbasis teknologi Wi-Fi hingga akhir tahun 2003 diperkirakan berjumlah 5.4 trilliun dollar Amerika, atau meningkat sebesar 33 milyar dollar Amerika dari tahun 2002 (www.analysys.com).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wi-fi Hardware&lt;br /&gt;Hardware wi-fi yang ada di pasaran saat ini ada berupa :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* PCI&lt;br /&gt;* USB&lt;br /&gt;* PCMCIA&lt;br /&gt;* Compact Flash&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mode Akses Koneksi Wi-fi&lt;br /&gt;Ada 2 mode akses koneksi Wi-fi, yaitu:&lt;br /&gt;1. Add-Hoc&lt;br /&gt;Mode koneksi ini adalah mode dimana beberapa komputer terhubung secara langsung, atau lebih dikenal dengan istilah Peer-to-Peer. Keuntungannya, lebih murah dan praktis bila yang terkoneksi hanya 2 atau 3 komputer, tanpa harus membeli access point.&lt;br /&gt;2. Infrastruktur&lt;br /&gt;Menggunakan Access Point yang berfungsi sebagai pengatur lalu lintas data, sehingga memungkinkan banyak Client dapat saling terhubung melalui jaringan (Network).&lt;br /&gt;Sistem Keamanan Wi-fi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terdapat beberapa jenis pengaturan keamanan jaringan Wi-fi, antara lain:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. WPA Pre-Shared Key&lt;br /&gt;2. WPA RADIUS&lt;br /&gt;3. WPA2 Pre-Shared Key Mixed&lt;br /&gt;4. WPA2 RADIUS Mixed&lt;br /&gt;5. RADIUS&lt;br /&gt;6. WEP&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8460237645135089708-7216395010451116262?l=dikapolcil-dika.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dikapolcil-dika.blogspot.com/feeds/7216395010451116262/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8460237645135089708&amp;postID=7216395010451116262' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8460237645135089708/posts/default/7216395010451116262'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8460237645135089708/posts/default/7216395010451116262'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dikapolcil-dika.blogspot.com/2009/11/wi-fi-merupakan-kependekan-dari.html' title='Wi-Fi'/><author><name>dika</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16557657275003494791</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_FAKl-RT0B2w/S2pHVXDhqEI/AAAAAAAAAC4/P-1ZDaD3BJ8/S220/mbuh.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8460237645135089708.post-7930131840172096314</id><published>2009-10-27T10:03:00.000+07:00</published><updated>2009-10-27T10:26:50.193+07:00</updated><title type='text'>Sekilas Tentang WIMAX</title><content type='html'>WiMAX (Worldwide Interoperability for Microwave Access) adalah sebuah tanda sertifikasi untuk produk-produk yang lulus tes cocok dan sesuai dengan standar IEEE 802.16. WiMAX merupakan teknologi nirkabel yang menyediakan hubungan jalur lebar dalam jarak jauh. WiMAX merupakan teknologi broadband yang memiliki kecepatan akses yang tinggi dan jangkauan yang luas. WiMAX merupakan evolusi dari teknologi BWA sebelumnya dengan fitur-fitur yang lebih menarik. Disamping kecepatan data yang tinggi mampu diberikan, WiMAX juga membawa isu open standar. Dalam arti komunikasi perangkat WiMAX diantara beberapa vendor yang berbeda tetap dapat dilakukan (tidak proprietary). Dengan kecepatan data yang besar (sampai 70 MBps), WiMAX layak diaplikasikan untuk ‘last mile’ broadband connections, backhaul, dan high speed enterprise.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang membedakan WiMAX dengan Wi-Fi adalah standar teknis yang bergabung di dalamnya. Jika WiFi menggabungkan standar IEEE 802.11 dengan ETSI (European Telecommunications Standards Intitute) HiperLAN sebagai standar teknis yang cocok untuk keperluan WLAN, sedangkan WiMAX merupakan penggabungan antara standar IEEE 802.16 dengan standar ETSI HiperMAN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Standar keluaran IEEE banyak digunakan secara luas di daerah asalnya, Amerika, sedangkan standar keluaran ETSI meluas penggunaannya di daerah Eropa dan sekitarnya. Untuk membuat teknologi ini dapat digunakan secara global, maka diciptakanlah WiMAX. Kedua standar yang disatukan ini merupakan standar teknis yang memiliki spesifikasi yang sangat cocok untuk menyediakan koneksi berjenis broadband lewat media wireless atau dikenal dengan BWA.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 51, 204); font-weight: bold;"&gt;Spektrum Frekuensi WiMAX&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai teknologi yang berbasis pada frekuensi, kesuksesan WiMAX sangat bergantung pada ketersediaan dan kesesuaian spektrum frekuensi. Sistem wireless mengenal dua jenis band frekuensi yaitu Licensed Band dan Unlicensed Band. Licensed band membutuhkan lisensi atau otoritas dari regulator, yang mana operator yang memperoleh licensed band diberikan hak eksklusif untuk menyelenggarakan layanan dalam suatu area tertentu. Sementara Unlicensed Band yang tidak membutuhkan lisensi dalam penggunaannya memungkinkan setiap orang menggunakan frekuensi secara bebas di semua area.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WiMAX Forum menetapkan 2 band frekuensi utama pada certication profile untuk Fixed WiMAX (band 3.5 GHz dan 5.8 GHz), sementara untuk Mobile WiMAX ditetapkan 4 band frekuensi pada system profile release-1, yaitu band 2.3 GHz, 2.5 GHz, 3.3 GHz dan 3.5 GHz.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara umum terdapat beberapa alternatif frekuensi untuk teknologi WiMAX sesuai dengan peta frekuensi dunia. Dari alternatif tersebut band frekuensi 3,5 GHz menjadi frekuensi mayoritas Fixed WiMAX di beberapa negara, terutama untuk negara-negara di Eropa, Canada, Timur-Tengah, Australia dan sebagian Asia. Sementara frekuensi yang mayoritas digunakan untuk Mobile WiMAX adalah 2,5 GHz.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Isu frekuensi Fixed WiMAX di band 3,3 GHz ternyata hanya muncul di negara-negara Asia. Hal ini terkait dengan penggunaan band 3,5 GHz untuk komunikasi satelit, demikian juga dengan di Indonesia. Band 3,5 GHz di Indonesia digunakan oleh satelit Telkom dan PSN untuk memberikan layanan IDR dan broadcast TV. Dengan demikian penggunaan secara bersama antara satelit dan wireless terrestrial (BWA) di frekuensi 3,5 GHz akan menimbulkan potensi interferensi terutama di sisi satelit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 51, 204); font-weight: bold;"&gt;Elemen Perangkat WiMAX&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Elemen/ perangkat WiMAX secara umum terdiri dari BS di sisi pusat dan CPE di sisi pelanggan. Namun demikian masih ada perangkat tambahan seperti antena, kabel dan asesoris lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(204, 51, 204);"&gt;Base Station (BS)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merupakan perangkat transceiver (transmitter dan receiver) yang biasanya dipasang satu lokasi (colocated) dengan jaringan Internet Protocol (IP). Dari BS ini akan disambungkan ke beberapa CPE dengan media interface gelombang radio (RF) yang mengikuti standar WiMAX. Komponen BS terdiri dari:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  * NPU (networking processing unit card)&lt;br /&gt;  * AU (access unit card)up to 6 +1&lt;br /&gt;  * PIU (power interface unit) 1+1&lt;br /&gt;  * AVU (air ventilation unit)&lt;br /&gt;  * PSU (power supply unit) 3+1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(204, 51, 204);"&gt;Antena&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Antena yang dipakai di BS dapat berupa sektor 60°, 90°, atau 120° tergantung dari area yang akan dilayani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 51, 204); font-weight: bold;"&gt;Subscriber Station (SS)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara umum Subscriber Station (SS) atau (Customer Premises Equipment) CPE terdiri dari Outdoor Unit (ODU) dan Indoor Unit (IDU), perangkat radionya ada yang terpisah dan ada yang terintegrasi dengan antena.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(204, 51, 204);"&gt;Teknologi WiMAX dan Layanannya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BWA WiMAX adalah standards-based technology yang memungkinkan penyaluran akses broadband melalui penggunaan wireless sebagai komplemen wireline. WiMAX menyediakan akses last mile secara fixed, nomadic, portable dan mobile tanpa syarat LOS (NLOS) antara user dan base station. WiMAX juga merupakan sistem BWA yang memiliki kemampuan interoperabilty antar perangkat yang berbeda. WiMAX dirancang untuk dapat memberikan layanan Point to Multipoint (PMP) maupun Point to Point (PTP). Dengan kemampuan pengiriman data hingga 10 Mbps/user.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengembangan WiMAX berada dalam range kemampuan yang cukup lebar. Fixed WiMAX pada prinsipnya dikembangkan dari sistem WiFi, sehingga keterbatasan WiFi dapat dilengkapi melalui sistem ini, terutama dalam hal coverage/jarak, kualitas dan garansi layanan (QoS). Sementara itu Mobile WiMAX dikembangkan untuk dapat mengimbangi teknologi selular seperti GSM, CDMA 2000 maupun 3G. Keunggulan Mobile WiMAX terdapat pada konfigurasi sistem yang jauh lebih sederhana serta kemampuan pengiriman data yang lebih tinggi. Oleh karena itu sistem WiMAX sangat mungkin dan mudah diselenggarakan oleh operator baru atau pun service provider skala kecil. Namun demikian kemampuan mobility dari Mobile WiMAX masih berada dibawah kemampuan teknologi selular.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(204, 51, 204);"&gt;Tinjauan Teknologi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WiMax adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan standar dan implementasi yang mampu beroperasi berdasarkan jaringan nirkabel IEEE 802.16, seperti WiFi yang beroperasi berdasarkan standar Wireless LAN IEEE802.11. Namun, dalam implementasinya WiMax sangat berbeda dengan WiFi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada WiFi, sebagaimana OSI Layer, adalah standar pada lapis kedua, dimana Media Access Control (MAC) menggunakan metode akses kompetisi, yaitu dimana beberapa terminal secara bersamaan memperebutkan akses. Sedangkan MAC pada WiMax menggunakan metode akses yang berbasis algoritma penjadualan (scheduling algorithm). Dengan metode akses kompetisi, maka layanan seperti Voice over IP atau IPTV yang tergantung kepada Kualitas Layanan (Quality of Service) yang stabil menjadi kurang baik. Sedangkan pada WiMax, dimana digunakan algoritma penjadualan, maka bila setelah sebuah terminal mendapat garansi untuk memperoleh sejumlah sumber daya (seperti timeslot), maka jaringan nirkabel akan terus memberikan sumber daya ini selama terminal membutuhkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Standar WiMax pada awalnya dirancang untuk rentang frekuensi 10 s.d. 66 GHz. 802.16a, diperbaharui pada 2004 menjadi 802.16-2004 (dikenal juga dengan 802.16d) menambahkan rentang frekuensi 2 s.d. 11 GHz dalam spesifikasi. 802.16d dikenal juga dengan fixed WiMax, diperbaharui lagi menjadi 802.16e pada tahun 2005 (yang dikenal dengan mobile WiMax) dan menggunakan orthogonal frequency-division multiplexing (OFDM) yang lebih memiliki skalabilitas dibandingkan dengan standar 802.16d yang menggunakan OFDM 256 sub-carriers. Penggunaan OFDM yang baru ini memberikan keuntungan dalam hal cakupang, instalasi, konsumsi daya, penggunaan frekuensi dan efisiensi pita frekuensi. WiMax yang menggunakan standar 802.16e memiliki kemampuan hand over atau hand off, sebagaimana layaknya pada komunikasi selular.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyaknya institusi yang tertarik atas standar 802.16d dan .16e karena standar ini menggunakan frekuensi yang lebih rendah sehingga lebih baik terhadap redaman dan dengan demikian memiliki daya penetrasi yang lebih baik di dalam gedung. Pada saat ini, sudah ada jaringan yang secara komersial menggunakan perangkat WiMax bersertifikasi sesuai dengan standar 802.162.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Spesifikasi WiMax membawa perbaikan atas keterbatasan-keterbatasan standar WiFi dengan memberikan lebar pita yang lebih besar dan enkripsi yang lebih bagus. Standar WiMax memberikan koneksi tanpa memerlukan Line of Sight (LOS) dalam situasi tertentu. Propagasi Non LOS memerlukan standar .16d atau revisi 16.e, karena diperlukan frekuensi yang lebih rendah. Juga, perlu digunakan sinyal muli-jalur (multi-path signals), sebagaimana standar 802.16n.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 51, 204); font-weight: bold;"&gt;Manfaat dan Keuntungan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak keuntungan yang didapatkan dari terciptanya standardisasi industri ini. Para operator telekomunikasi dapat menghemat investasi perangkat, karena kemampuan WiMAX dapat melayani pelanggannya dengan area yang lebih luas dan tingkat kompatibilitas lebih tinggi. Selain itu, pasarnya juga lebih meluas karena WiMAX dapat mengisi celah broadband yang selama ini tidak terjangkau oleh teknologi Cable dan DSL (Digital Subscriber Line).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WiMAX salah satu teknologi memudahkan mereka mendapatkan koneksi Internet yang berkualitas dan melakukan aktivitas. Sementara media wireless selama ini sudah terkenal sebagai media yang paling ekonomis dalam mendapatkan koneksi Internet. Area coverage-nya sejauh 50 km maksimal dan kemampuannya menghantarkan data dengan transfer rate yang tinggi dalam jarak jauh, sehingga memberikan kontribusi sangat besar bagi keberadaan wireless MAN dan dapat menutup semua celah broadband yang ada saat ini. Dari segi kondisi saat proses komunikasinya, teknologi WiMAX dapat melayani para subscriber, baik yang berada dalam posisi Line Of Sight (posisi perangkat-perangkat yang ingin berkomunikasi masih berada dalam jarak pandang yang lurus dan bebas dari penghalang apa pun di depannya) dengan BTS maupun yang tidak memungkinkan untuk itu (Non-Line Of Sight). Jadi di mana pun para penggunanya berada, selama masih masuk dalam area coverage sebuah BTS (Base Transceiver Stations), mereka mungkin masih dapat menikmati koneksi yang dihantarkan oleh BTS tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, dapat melayani baik para pengguna dengan antena tetap (fixed wireless) misalnya di gedung-gedung perkantoran, rumah tinggal, toko-toko, dan sebagainya, maupun yang sering berpindah-pindah tempat atau perangkat mobile lainnya. Mereka bisa merasakan nikmatnya ber-Internet broadband lewat media ini. Sementara range spektrum frekuensi yang tergolong lebar, maka para pengguna tetap dapat terkoneksi dengan BTS selama mereka berada dalam range frekuensi operasi dari BTS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem kerja MAC-nya (Media Access Control) yang ada pada Data Link Layer adalah connection oriented, sehingga memungkinkan penggunanya melakukan komunikasi berbentuk video dan suara. Siapa yang tidak mau, ber-Internet murah, mudah, dan nyaman dengan kualitas broadband tanpa harus repot-repot. Anda tinggal memasang PCI card yang kompatibel dengan standar WiMAX, atau tinggal membeli PCMCIA (Personal Computer Memory Card International Association) yang telah mendukung komunikasi dengan WiMAX. Atau mungkin Anda tinggal membeli antena portabel dengan interface ethernet yang bisa dibawa ke mana-mana untuk mendapatkan koneksi Internet dari BTS untuk fixed wireless.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8460237645135089708-7930131840172096314?l=dikapolcil-dika.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dikapolcil-dika.blogspot.com/feeds/7930131840172096314/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8460237645135089708&amp;postID=7930131840172096314' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8460237645135089708/posts/default/7930131840172096314'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8460237645135089708/posts/default/7930131840172096314'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dikapolcil-dika.blogspot.com/2009/10/sekilas-tentang-wimax.html' title='Sekilas Tentang WIMAX'/><author><name>dika</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16557657275003494791</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_FAKl-RT0B2w/S2pHVXDhqEI/AAAAAAAAAC4/P-1ZDaD3BJ8/S220/mbuh.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8460237645135089708.post-5142832727680878582</id><published>2009-10-12T11:04:00.000+07:00</published><updated>2009-10-26T15:28:54.099+07:00</updated><title type='text'>Cara Membuat Router Redhat 9</title><content type='html'>Pertama yang harus di lakukan adalah mensetting serv(gateway utama) supaya bisa terhubung ke internet.&lt;br /&gt;Sebelum Mensetting :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0); font-weight: bold;"&gt;Langkah 1&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minta IP public ke ISP lengkap dengan netmask,broadcast dan dns nya misalnya :&lt;br /&gt;IP: 202.169.227.45&lt;br /&gt;GATEWAY : 202.169.227.1&lt;br /&gt;Nemast: 255.255.255.192&lt;br /&gt;broadcast : 202.169.227.63&lt;br /&gt;DNS1: 202.168.244.3&lt;br /&gt;DNS2: 202.168.244.4&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Langkah 2&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menentukan IP local yang akan kita gunakan buat client&lt;br /&gt;IP: 192.168.0.2 - 192.168.0.254&lt;br /&gt;GATEWAY: 192.168.0.1&lt;br /&gt;NETMASK: 255.255.255.0&lt;br /&gt;BROADCAST: 192.168.0.255&lt;br /&gt;DNS1: 202.168.244.3&lt;br /&gt;DNS2: 202.168.244.4&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Langkah 3&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setting IP serv :&lt;br /&gt;[root@serv root]$ vi /etc/sysconfig/network&lt;br /&gt;untuk mengedit dengan menggunakan editor vi (baca: vi-ai) tekan tombol i atau insert untuk memulai mengedit.&lt;br /&gt;lalu isi dengan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NETWORKING=yes&lt;br /&gt;HOSTNAME=serv.domain.com&lt;br /&gt;GATEWAY=202.169.227.1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lalu simpan dengan menekan :wq&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Langkah 4&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menconfigurasi IP eth0(default)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[root@serv root]$ vi /etc/sysconfig/network-scripts/ifcfg-eth0&lt;br /&gt;untuk mengedit dengan menggunakan editor vi (baca: vi-ai) tekan tombol i atau insert untuk memulai mengedit.&lt;br /&gt;lalu isi dengan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DEVICE=eth0&lt;br /&gt;BOOTPROTO=static&lt;br /&gt;IPADDR=202.169.227.45&lt;br /&gt;BROADCAST=202.169.227.63&lt;br /&gt;NETMASK=255.255.255.192&lt;br /&gt;ONBOOT=yes&lt;br /&gt;USERCTL=no&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lalu simpan dengan menekan :wq&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Langkah 5&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setting dns resolve&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[root@serv root]$ vi /etc/resolve.conf&lt;br /&gt;untuk mengedit dengan menggunakan editor vi (baca: vi-ai) tekan tombol i atau insert untuk memulai mengedit.&lt;br /&gt;lalu isi dengan nameserver dari isp kita tadi :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;nameserver 202.168.244.3&lt;br /&gt;nameserver 202.168.244.4&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lalu simpan dengan menekan :wq&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Langkah 6&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;konfigurasi IP eth1&lt;br /&gt;[root@serv root]$ vi /etc/sysconfig/network-scripts/ifcfg-eth1&lt;br /&gt;untuk mengedit dengan menggunakan editor vi (baca: vi-ai) tekan tombol i atau insert untuk memulai mengedit.&lt;br /&gt;lalu isi dengan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DEVICE=eth1&lt;br /&gt;BOOTPROTO=static&lt;br /&gt;IPADDR=192.168.0.1&lt;br /&gt;BROADCAST=192.168.0.255&lt;br /&gt;NETMASK=255.255.255.0&lt;br /&gt;ONBOOT=yes&lt;br /&gt;USERCTL=no&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lalu simpan dengan menekan :wq&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Langkah 7&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setting ip_forwarding dan masquerading.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[root@serv root]$ vi /etc/rc.d/rc.local&lt;br /&gt;untuk mengedit dengan menggunakan editor vi (baca: vi-ai) tekan tombol i atau insert untuk memulai mengedit.&lt;br /&gt;lalu isi dengan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;echo “1″ &gt; /proc/sys/net/ipv4/ip_forward&lt;br /&gt;/sbin/iptables -t nat -A POSROUTING -s 192.168.0.0/24 [eth0 -j MASQUERADE&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Langkah 8&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;restart network&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[root@serv root]$ service network restart&lt;br /&gt;Shutting down interface eth0: [ OK ]&lt;br /&gt;Shutting down interface eth1: [ OK ]&lt;br /&gt;Shutting down loopback interface: [ OK ]&lt;br /&gt;Disabling IPv4 packet forwarding: [ OK ]&lt;br /&gt;Setting network parameters: [ OK ]&lt;br /&gt;Bringing up loopback interface: [ OK ]&lt;br /&gt;Bringing up interface eth0: [ OK ]&lt;br /&gt;Bringing up interface eth1: [ OK ]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Langkah 9&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;testing dengan ping ke default gateway 202.169.227.1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[root@serv root]$ ping 202.169.227.1&lt;br /&gt;64 bytes from 202.169.227.1 : icmp_seq=1 time=15.4 ms&lt;br /&gt;64 bytes from 202.169.227.1 : icmp_seq=2 time=15.4 ms&lt;br /&gt;64 bytes from 202.169.227.1 : icmp_seq=3 time=15.4 ms&lt;br /&gt;64 bytes from 202.169.227.1 : icmp_seq=4 time=15.4 ms&lt;br /&gt;64 bytes from 202.169.227.1 : icmp_seq=5 time=15.4 ms&lt;br /&gt;64 bytes from 202.169.227.1 : icmp_seq=6 time=15.4 ms&lt;br /&gt;64 bytes from 202.169.227.1 : icmp_seq=7 time=15.4 ms&lt;br /&gt;—– 202.169.227.1 ping statistic —–&lt;br /&gt;6 packets transmites, 6 received, 0% packet loss, time 3049ms&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Langkah 10&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Testing dengan cara ping ip eth1&lt;br /&gt;[root@serv root]$ ping 192.168.0.1&lt;br /&gt;PING 192.168.0.1 (192.168.0.1) 56(84) bytes of data.&lt;br /&gt;64 bytes from 192.168.0.1: icmp_seq=1 ttl=63 time=0.356 ms&lt;br /&gt;64 bytes from 192.168.0.1: icmp_seq=2 ttl=63 time=0.269 ms&lt;br /&gt;64 bytes from 192.168.0.1: icmp_seq=3 ttl=63 time=0.267 ms&lt;br /&gt;64 bytes from 192.168.0.1: icmp_seq=4 ttl=63 time=0.268 ms&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;— 192.168.0.1 ping statistics —&lt;br /&gt;4 packets transmitted, 4 received, 0% packet loss, time 2997ms&lt;br /&gt;rtt min/avg/max/mdev = 0.267/0.290/0.356/0.038 ms&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Langkah 11&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tinggal Setting IP computer client dengan ketentuan di bawah ini :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IP: 192.168.0.2 - 192.168.0.254&lt;br /&gt;GATEWAY: 192.168.0.1&lt;br /&gt;NETMASK: 255.255.255.0&lt;br /&gt;BROADCAST: 192.168.0.255&lt;br /&gt;DNS1: 202.168.244.3&lt;br /&gt;DNS2: 202.168.244.4&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;misal :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Client01&lt;br /&gt;===============================&lt;br /&gt;IP: 192.168.0.2&lt;br /&gt;GATEWAY: 192.168.0.1&lt;br /&gt;NETMASK: 255.255.255.0&lt;br /&gt;BROADCAST: 192.168.0.255&lt;br /&gt;NAMESERVER: 192.168.0.1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Client02&lt;br /&gt;===============================&lt;br /&gt;IP: 192.168.0.3&lt;br /&gt;GATEWAY: 192.168.0.1&lt;br /&gt;NETMASK: 255.255.255.0&lt;br /&gt;BROADCAST: 192.168.0.255&lt;br /&gt;NAMESERVER: 192.168.0.1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan seterusnya sesuai banyaknya client,yang berubah hanya IP&lt;br /&gt;untuk client windows maka setting IP di bagian Start Menu/Setting/Control Panel/Network&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Langkah 12&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;setelah di setting ip client, maka&lt;br /&gt;- ping ke 192.168.0.1 dari client,kalau berhasil berarti client dan router nya sudah tersambung.&lt;br /&gt;- ping ke 202.169.227.45 dari client, kalau berhasil maka fungsi masquerading yang terletak di /etc/rc.d/rc/local telah bekerja dengan baik&lt;br /&gt;namun jika tidak bisa maka Anda harus menjalankan fungsi masquerading yang terletak di /etc/rc.d/rc.local dengan cara :&lt;br /&gt;.- anda bekerja menggunakan router yang anda buat tadi.&lt;br /&gt;.- masuk ke account root&lt;br /&gt;.- jalankan perintah berikut ini, tiap akhir perintah akhiri dengan menekan enter :&lt;br /&gt;[root@serv root]# service network restart&lt;br /&gt;[root@serv root]# /etc/rc.d/rc.local&lt;br /&gt;jika sudah, coba ping ping ke 202.169.227.45 dari client&lt;br /&gt;- selanjutnya ping ke default gateway 202.169.227.1 dari client&lt;br /&gt;- ping ke 202.168.244.3 dari client&lt;br /&gt;- ping ke 202.168.244.4 dari client&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8460237645135089708-5142832727680878582?l=dikapolcil-dika.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dikapolcil-dika.blogspot.com/feeds/5142832727680878582/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8460237645135089708&amp;postID=5142832727680878582' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8460237645135089708/posts/default/5142832727680878582'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8460237645135089708/posts/default/5142832727680878582'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dikapolcil-dika.blogspot.com/2009/10/cara-membuat-router-redhat-9.html' title='Cara Membuat Router Redhat 9'/><author><name>dika</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16557657275003494791</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_FAKl-RT0B2w/S2pHVXDhqEI/AAAAAAAAAC4/P-1ZDaD3BJ8/S220/mbuh.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8460237645135089708.post-5087285574802887317</id><published>2009-10-03T13:29:00.000+07:00</published><updated>2009-10-27T14:35:45.465+07:00</updated><title type='text'>Jaringan Komputer 2</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center; font-weight: bold;"&gt; &lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;a href="http://www.himawan-sidharta.co.cc/2008/11/netstat-tugas-jarkom-2.html"&gt;netstat ( jarkom 2)&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;h3 class="post-title entry-title"&gt; &lt;/h3&gt;   Netstat (NETwork STATistics) adalah suatu tool berbasis command line yang digunakan untuk mengetahui konfigurasi suatu jaringan dan aktivitas yang sedang terjadi di jaringan tersebut, serta statistiknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fungsi-fungsi dari netstat bermacam-macam, diantaranya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Untuk menampilkan routing table&lt;br /&gt;b. Untuk menampilkan statistik interface&lt;br /&gt;c. Untuk menampilkan informasi tambahan interface&lt;br /&gt;d. Untuk menamplikan soket network&lt;br /&gt;e. Untuk menampilkan semua soket yg open&lt;br /&gt;f. Untuk menampilkan semua soket yg listen&lt;br /&gt;g. Untuk menampilkan kesimpulan statistik dari tiap protocol&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Netstat command mendisplay informasi mengenai trafik pada jaringan interfaces, meliputi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; * Alamat dari blok protocol kendali yang tergabung dengan soket dan status dari semua soket.&lt;br /&gt; * Banyaknya paket yang diterima, ditransmisi, dan di-drop pada suatu subsistem telekomunikasi.&lt;br /&gt; * Statistik kumulatis tiap interface.&lt;br /&gt; * Route dan status-statusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center; font-weight: bold;"&gt; &lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;a href="http://www.himawan-sidharta.co.cc/2008/11/enkapsulasi-tugas-jarkom-2.html"&gt;enkapsulasi ( jarkom 2)&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;h3 class="post-title entry-title"&gt; &lt;/h3&gt;   Enkapsulasi adalah suatu mekanisme untuk menyembunyikan atau memproteksi suatu proses dari kemungkinan interferensi atau penyalahgunaan dari luar sistem sekaligus menyederhanakan penggunaan system itu sendiri. Akses ke internal sistem diatur sedemikian rupa melalui seperangkat interface.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Enkapsulasi mempunyai dua hal mendasar, yaitu :&lt;br /&gt;· Information hiding&lt;br /&gt;· Interface to acces data&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Encapsulasi memiliki beberapa keuntungan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Modularitas. Hal ini membuat objek dapat dikelola secara independen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Informasi yang tersembunyi. Hal ini akan memudahkan pengguna class, karena untuk setiap objek tentu sudah disediakan interface yang akan digunakan untuk berkomunikasi dengan objek lain, tanpa perlu tahu detil kode atau informasi yang tersembunyi di dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;proses enkapsulasi adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Georgia;"&gt;1) Pertama-tama data dibuat oleh Host A. Kemudian data tersebut turun dari Application layer sampai ke physical layer (dalam proses ini data akan ditambahkan header setiap turun 1 lapisan kecuali pada Physical layer, sehingga terjadi enkapsulasi sempurna).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Georgia;"&gt;2) Data keluar dari host A menuju kabel dalam bentuk bit (kabel bekerja pada Physical layer).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Georgia;"&gt;3) Data masuk ke hub, tetapi data dalam bentuk bit tersebut tidak mengalami proses apa-apa karena hub bekerja pada Physical layer.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;"&gt;4) Setelah data keluar dari hub, data masuk ke switch. Karena switch bekerja pada Datalink layer/ layer 2, maka data akan naik sampai layer 2 kemudian dilakukan proses, setelah itu data turun dari layer 2 kembali ke layer 1/ phisycal layer.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;"&gt;5) Setelah data keluar dari switch, data masuk ke router. Karena router bekerja pada layer 3/ Network layer, maka data naik sampai layer 3 kemudian dilakukan proses, setelah itu data turun dari layer 3 kembali ke layer 1 , dan data keluar dari router menuju kabel dalam bentuk bit.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;"&gt;6) Pada akhirnya data sampai pada host B. Data dalam bentuk bit naik dari layer 1 sampai layer 7. Dalam proses ini data yang dibungkus oleh header-header layer &lt;span class="caps"&gt;OSI&lt;/span&gt; mulai dilepas satu persatu sesuai dengan lapisannya (berlawanan dengan proses no 1 ). Setalah data sampai di layer 7 maka data siap dipakai oleh host B.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8460237645135089708-5087285574802887317?l=dikapolcil-dika.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dikapolcil-dika.blogspot.com/feeds/5087285574802887317/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8460237645135089708&amp;postID=5087285574802887317' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8460237645135089708/posts/default/5087285574802887317'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8460237645135089708/posts/default/5087285574802887317'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dikapolcil-dika.blogspot.com/2009/10/jaringan-komputer-2.html' title='Jaringan Komputer 2'/><author><name>dika</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16557657275003494791</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_FAKl-RT0B2w/S2pHVXDhqEI/AAAAAAAAAC4/P-1ZDaD3BJ8/S220/mbuh.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8460237645135089708.post-1823410620319143851</id><published>2009-04-07T10:53:00.000+07:00</published><updated>2009-04-07T11:17:02.266+07:00</updated><title type='text'>Pengertian Subnetting dan perhitungannya</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;&lt;img id="image114" title="subnetrouter.JPG" alt="subnetrouter.JPG" src="http://romisatriawahono.net/wp-content/uploads/2006/02/subnetrouter.JPG" align="left" width="229" height="155" hspace="5" /&gt;Subnetting adalah termasuk materi yang banyak keluar di ujian CCNA dengan berbagai variasi soal. Juga menjadi momok bagi student atau instruktur yang sedang menyelesaikan kurikulum CCNA 1 program CNAP (Cisco Networking Academy Program). Untuk menjelaskan tentang subnetting, saya biasanya menggunakan beberapa ilustrasi dan analogi yang sudah kita kenal di sekitar kita. Artikel ini sengaja saya tulis untuk rekan-rekan yang sedang belajar jaringan, yang mempersiapkan diri mengikuti ujian CCNA, dan yang sedang mengikuti pelatihan CCNA 1.&lt;span id="more-99"&gt;&lt;/span&gt;Setelah selesai membaca ini, silakan lanjutkan dengan artikel &lt;a href="http://romisatriawahono.net/?p=115" target="_blank"&gt;Penghitungan Subnetting, Siapa Takut?&lt;/a&gt;.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Sebenarnya subnetting itu apa dan kenapa harus dilakukan? Pertanyaan ini bisa dijawab dengan analogi sebuah jalan. Jalan bernama Gatot Subroto terdiri dari beberapa rumah bernomor 01-08, dengan rumah nomor 08 adalah rumah Ketua RT yang memiliki tugas mengumumkan informasi apapun kepada seluruh rumah di wilayah Jl. Gatot Subroto.&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;img id="image109" title="jalan.jpg" alt="jalan.jpg" src="http://romisatriawahono.net/wp-content/uploads/2006/02/jalan.jpg" /&gt;&lt;/div&gt; &lt;p align="justify"&gt;Ketika rumah di wilayah itu makin banyak, tentu kemungkinan menimbulkan keruwetan dan kemacetan. Karena itulah kemudian diadakan pengaturan lagi, dibuat gang-gang, rumah yang masuk ke gang diberi nomor rumah baru, masing-masing gang ada Ketua RTnya sendiri-sendiri. Sehingga ini akan memecahkan kemacetan, efiesiensi dan optimalisasi transportasi, serta setiap gang memiliki previledge sendiri-sendiri dalam mengelola wilayahnya. Jadilah gambar wilayah baru seperti di bawah:&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;img id="image110" title="gang.jpg" alt="gang.jpg" src="http://romisatriawahono.net/wp-content/uploads/2006/02/gang.jpg" /&gt;&lt;/div&gt; &lt;p align="justify"&gt;Konsep seperti inilah sebenarnya konsep subnetting itu. Disatu sisi ingin mempermudah pengelolaan, misalnya suatu kantor ingin membagi kerja menjadi 3 divisi dengan masing-masing divisi memiliki 15 komputer (host). Disisi lain juga untuk optimalisasi dan efisiensi kerja jaringan, karena jalur lalu lintas tidak terpusat di satu network besar, tapi terbagi ke beberapa ruas-ruas gang. Yang pertama analogi Jl Gatot Subroto dengan rumah disekitarnya dapat diterapkan untuk jaringan adalah seperti NETWORK ADDRESS (nama jalan) dan HOST ADDRESS (nomer rumah). Sedangkan Ketua RT diperankan oleh BROADCAST ADDRESS (192.168.1.255), yang bertugas mengirimkan message ke semua host yang ada di network tersebut.&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;img id="image111" title="network.jpg" alt="network.jpg" src="http://romisatriawahono.net/wp-content/uploads/2006/02/network.jpg" /&gt;&lt;/div&gt; &lt;p align="justify"&gt;Masih mengikuti analogi jalan diatas, kita terapkan ke subnetting jaringan adalah seperti gambar di bawah. Gang adalah SUBNET, masing-masing subnet memiliki HOST ADDRESS dan BROADCAST ADDRESS.&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;img id="image113" title="subnet.jpg" alt="subnet.jpg" src="http://romisatriawahono.net/wp-content/uploads/2006/02/subnet.jpg" align="top" /&gt;&lt;/div&gt; &lt;p align="justify"&gt;Terus apa itu SUBNET MASK? Subnetmask digunakan untuk membaca bagaimana kita membagi jalan dan gang, atau membagi network dan hostnya. Address mana saja yang berfungsi sebagai SUBNET, mana yang HOST dan mana yang BROADCAST. Semua itu bisa kita ketahui dari SUBNET MASKnya. Jl Gatot Subroto tanpa gang yang saya tampilkan di awal bisa dipahami sebagai menggunakan SUBNET MASK DEFAULT, atau dengan kata lain bisa disebut juga bahwa Network tersebut tidak memiliki subnet (Jalan tanpa Gang). SUBNET MASK DEFAULT ini untuk masing-masing Class IP Address adalah sbb:&lt;/p&gt; &lt;table border="1"&gt; &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt; &lt;td&gt;&lt;strong&gt;CLASS&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;strong&gt;OKTET PERTAMA&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;strong&gt;SUBNET MAS DEFAULT&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;strong&gt;PRIVATE ADDRESS&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;A&lt;/td&gt; &lt;td&gt;1-127&lt;/td&gt; &lt;td&gt;255.0.0.0&lt;/td&gt; &lt;td&gt;10.0.0.0-10.255.255.255&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;B&lt;/td&gt; &lt;td&gt;128-191&lt;/td&gt; &lt;td&gt;255.255.0.0&lt;/td&gt; &lt;td&gt;172.16.0.0-172.31.255.255&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;C&lt;/td&gt; &lt;td&gt;192-223&lt;/td&gt; &lt;td&gt;255.255.255.0&lt;/td&gt; &lt;td&gt;192.168.0.0-192.168.255.255&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(204, 51, 204);"&gt;PERHITUNGAN SUBNETTING.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;etelah anda membaca artikel &lt;a href="http://romisatriawahono.net/?p=99" target="_blank"&gt;Konsep Subnetting, Siapa Takut?&lt;/a&gt; dan memahami konsep Subnetting dengan baik. Kali ini saatnya anda mempelajari teknik penghitungan subnetting. Penghitungan subnetting bisa dilakukan dengan dua cara, cara binary yang relatif lambat dan cara khusus yang lebih cepat. Pada hakekatnya semua pertanyaan tentang subnetting akan berkisar di empat masalah: &lt;strong&gt;Jumlah Subnet, Jumlah Host per Subnet, Blok Subnet, dan Alamat Host- Broadcast&lt;/strong&gt;. &lt;span id="more-115"&gt;&lt;/span&gt; &lt;p align="justify"&gt;Penulisan IP address umumnya adalah dengan 192.168.1.2. Namun adakalanya ditulis dengan 192.168.1.2/24, apa ini artinya? Artinya bahwa IP address 192.168.1.2 dengan subnet mask 255.255.255.0. Lho kok bisa seperti itu? Ya, /24 diambil dari penghitungan bahwa 24 bit subnet mask diselubung dengan binari 1. Atau dengan kata lain, subnet masknya adalah: 11111111.11111111.11111111.00000000 (255.255.255.0). Konsep ini yang disebut dengan CIDR (Classless Inter-Domain Routing) yang diperkenalkan pertama kali tahun 1992 oleh IEFT.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Pertanyaan berikutnya adalah Subnet Mask berapa saja yang bisa digunakan untuk melakukan subnetting? Ini terjawab dengan tabel di bawah:&lt;/p&gt; &lt;table border="0" width="410"&gt; &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt; &lt;th&gt; &lt;table border="1"&gt; &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt; &lt;td&gt;&lt;strong&gt;Subnet Mask&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;strong&gt;Nilai CIDR&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;255.128.0.0&lt;/td&gt; &lt;td&gt;/9&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;255.192.0.0&lt;/td&gt; &lt;td&gt;/10&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;255.224.0.0&lt;/td&gt; &lt;td&gt;/11&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;255.240.0.0&lt;/td&gt; &lt;td&gt;/12&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;255.248.0.0&lt;/td&gt; &lt;td&gt;/13&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;255.252.0.0&lt;/td&gt; &lt;td&gt;/14&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;255.254.0.0&lt;/td&gt; &lt;td&gt;/15&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;255.255.0.0&lt;/td&gt; &lt;td&gt;/16&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;255.255.128.0&lt;/td&gt; &lt;td&gt;/17&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;255.255.192.0&lt;/td&gt; &lt;td&gt;/18&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;255.255.224.0&lt;/td&gt; &lt;td&gt;/19&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt; &lt;/th&gt; &lt;th&gt; &lt;table border="1"&gt; &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt; &lt;td&gt;&lt;strong&gt;Subnet Mask&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;strong&gt;Nilai CIDR&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;255.255.240.0&lt;/td&gt; &lt;td&gt;/20&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;255.255.248.0&lt;/td&gt; &lt;td&gt;/21&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;255.255.252.0&lt;/td&gt; &lt;td&gt;/22&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;255.255.254.0&lt;/td&gt; &lt;td&gt;/23&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;255.255.255.0&lt;/td&gt; &lt;td&gt;/24&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;255.255.255.128&lt;/td&gt; &lt;td&gt;/25&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;255.255.255.192&lt;/td&gt; &lt;td&gt;/26&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;255.255.255.224&lt;/td&gt; &lt;td&gt;/27&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;255.255.255.240&lt;/td&gt; &lt;td&gt;/28&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;255.255.255.248&lt;/td&gt; &lt;td&gt;/29&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;255.255.255.252&lt;/td&gt; &lt;td&gt;/30&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt; &lt;/th&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt; &lt;p&gt; &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;SUBNETTING PADA IP ADDRESS CLASS C&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Ok, sekarang mari langsung latihan saja. Subnetting seperti apa yang terjadi dengan sebuah NETWORK ADDRESS &lt;strong&gt;192.168.1.0/26&lt;/strong&gt; ?&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Analisa&lt;/strong&gt;: 192.168.1.0 berarti kelas C dengan Subnet Mask /26 berarti 11111111.11111111.11111111.11000000 (255.255.255.192).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Penghitungan&lt;/strong&gt;: Seperti sudah saya sebutkan sebelumnya semua pertanyaan tentang subnetting akan berpusat di 4 hal, jumlah subnet, jumlah host per subnet, blok subnet, alamat host dan broadcast yang valid. Jadi kita selesaikan dengan urutan seperti itu:&lt;/p&gt; &lt;ol&gt;&lt;li style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;strong&gt;Jumlah Subnet&lt;/strong&gt; = 2&lt;sup&gt;x&lt;/sup&gt;, dimana x adalah banyaknya binari 1 pada oktet terakhir subnet mask (2 oktet terakhir untuk kelas B, dan 3 oktet terakhir untuk kelas A). Jadi Jumlah Subnet adalah 2&lt;sup&gt;2&lt;/sup&gt; = 4 subnet&lt;/li&gt;&lt;li style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;strong&gt;Jumlah Host per Subnet&lt;/strong&gt; = 2&lt;sup&gt;y&lt;/sup&gt; - 2, dimana y adalah adalah kebalikan dari x yaitu banyaknya binari 0 pada oktet terakhir subnet. Jadi jumlah host per subnet adalah 2&lt;sup&gt;6&lt;/sup&gt; - 2 = 62 host&lt;/li&gt;&lt;li style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;strong&gt;Blok Subnet&lt;/strong&gt; = 256 - 192 (nilai oktet terakhir subnet mask) = 64. Subnet berikutnya adalah 64 + 64 = 128, dan 128+64=192. Jadi subnet lengkapnya adalah &lt;strong&gt;0, 64, 128, 192&lt;/strong&gt;.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Bagaimana dengan alamat &lt;/span&gt;&lt;strong style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;host dan broadcast yang valid&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;? Kita langsung buat tabelnya. Sebagai catatan, host pertama adalah 1 angka setelah subnet, dan broadcast adalah 1 angka sebelum subnet berikutnya&lt;/span&gt;.&lt;/li&gt;&lt;table border="1" width="420"&gt; &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt; &lt;td&gt; &lt;div align="left"&gt;&lt;strong&gt;Subnet&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt; &lt;/td&gt; &lt;td&gt; &lt;div align="left"&gt;192.168.1.&lt;strong&gt;0&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt; &lt;/td&gt; &lt;td&gt; &lt;div align="left"&gt;192.168.1.&lt;strong&gt;64&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt; &lt;/td&gt; &lt;td&gt; &lt;div align="left"&gt;192.168.1.&lt;strong&gt;128&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt; &lt;/td&gt; &lt;td&gt; &lt;div align="left"&gt;192.168.1.&lt;strong&gt;192&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt; &lt;div align="left"&gt;&lt;strong&gt;Host Pertama&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt; &lt;/td&gt; &lt;td&gt; &lt;div align="left"&gt;192.168.1.&lt;strong&gt;1&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt; &lt;/td&gt; &lt;td&gt; &lt;div align="left"&gt;192.168.1.&lt;strong&gt;65&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt; &lt;/td&gt; &lt;td&gt; &lt;div align="left"&gt;192.168.1.&lt;strong&gt;129&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt; &lt;/td&gt; &lt;td&gt; &lt;div align="left"&gt;192.168.1.&lt;strong&gt;193&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt; &lt;div align="left"&gt;&lt;strong&gt;Host Terakhir&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt; &lt;/td&gt; &lt;td&gt; &lt;div align="left"&gt;192.168.1.&lt;strong&gt;62&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt; &lt;/td&gt; &lt;td&gt; &lt;div align="left"&gt;192.168.1.&lt;strong&gt;126&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt; &lt;/td&gt; &lt;td&gt; &lt;div align="left"&gt;192.168.1.&lt;strong&gt;190&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt; &lt;/td&gt; &lt;td&gt; &lt;div align="left"&gt;192.168.1.&lt;strong&gt;254&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt; &lt;div align="left"&gt;&lt;strong&gt;Broadcast&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt; &lt;/td&gt; &lt;td&gt; &lt;div align="left"&gt;192.168.1.&lt;strong&gt;63&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt; &lt;/td&gt; &lt;td&gt; &lt;div align="left"&gt;192.168.1.&lt;strong&gt;127&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt; &lt;/td&gt; &lt;td&gt; &lt;div align="left"&gt;192.168.1.&lt;strong&gt;191&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt; &lt;/td&gt; &lt;td&gt; &lt;div align="left"&gt;192.168.1.&lt;strong&gt;255&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p align="justify"&gt;Kita sudah selesaikan subnetting untuk IP address Class C. Dan kita bisa melanjutkan lagi untuk subnet mask yang lain, dengan konsep dan teknik yang sama. Subnet mask yang bisa digunakan untuk subnetting class C adalah seperti di bawah. Silakan anda coba menghitung seperti cara diatas untuk subnetmask lainnya.&lt;/p&gt; &lt;table border="1"&gt; &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt; &lt;td&gt;&lt;strong&gt;Subnet Mask&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;strong&gt;Nilai CIDR&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;255.255.255.128&lt;/td&gt; &lt;td&gt;/25&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;255.255.255.192&lt;/td&gt; &lt;td&gt;/26&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;255.255.255.224&lt;/td&gt; &lt;td&gt;/27&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;255.255.255.240&lt;/td&gt; &lt;td&gt;/28&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;255.255.255.248&lt;/td&gt; &lt;td&gt;/29&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;255.255.255.252&lt;/td&gt; &lt;td&gt;/30&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt; &lt;p&gt; &lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;SUBNETTING PADA IP ADDRESS CLASS B&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Berikutnya kita akan mencoba melakukan subnetting untuk IP address class B. Pertama, subnet mask yang bisa digunakan untuk subnetting class B adalah seperti dibawah. Sengaja saya pisahkan jadi dua, blok sebelah kiri dan kanan karena masing-masing berbeda teknik terutama untuk oktet yang “dimainkan” berdasarkan blok subnetnya. CIDR /17 sampai /24 caranya sama persis dengan subnetting Class C, hanya blok subnetnya kita masukkan langsung ke oktet ketiga, bukan seperti Class C yang “dimainkan” di oktet keempat. Sedangkan CIDR /25 sampai /30 (kelipatan) blok subnet kita “mainkan” di oktet keempat, tapi setelah selesai oktet ketiga berjalan maju (coeunter) dari 0, 1, 2, 3, dst.&lt;/p&gt; &lt;table border="0" width="410"&gt; &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt; &lt;th&gt; &lt;table border="1"&gt; &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt; &lt;td&gt;&lt;strong&gt;Subnet Mask&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;strong&gt;Nilai CIDR&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;255.255.128.0&lt;/td&gt; &lt;td&gt;/17&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;255.255.192.0&lt;/td&gt; &lt;td&gt;/18&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;255.255.224.0&lt;/td&gt; &lt;td&gt;/19&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;255.255.240.0&lt;/td&gt; &lt;td&gt;/20&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;255.255.248.0&lt;/td&gt; &lt;td&gt;/21&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;255.255.252.0&lt;/td&gt; &lt;td&gt;/22&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;255.255.254.0&lt;/td&gt; &lt;td&gt;/23&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;255.255.255.0&lt;/td&gt; &lt;td&gt;/24&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt; &lt;/th&gt; &lt;th&gt; &lt;table border="1"&gt; &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt; &lt;td&gt;&lt;strong&gt;Subnet Mask&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;strong&gt;Nilai CIDR&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;255.255.255.128&lt;/td&gt; &lt;td&gt;/25&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;255.255.255.192&lt;/td&gt; &lt;td&gt;/26&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;255.255.255.224&lt;/td&gt; &lt;td&gt;/27&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;255.255.255.240&lt;/td&gt; &lt;td&gt;/28&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;255.255.255.248&lt;/td&gt; &lt;td&gt;/29&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;255.255.255.252&lt;/td&gt; &lt;td&gt;/30&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt; &lt;/th&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt; &lt;p&gt;Ok, kita coba dua soal untuk kedua teknik subnetting untuk Class B. Kita mulai dari yang menggunakan subnetmask dengan CIDR /17 sampai /24. Contoh network address &lt;strong&gt;172.16.0.0/18&lt;/strong&gt;.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Analisa&lt;/strong&gt;: 172.16.0.0 berarti kelas B, dengan Subnet Mask /18 berarti 11111111.11111111.11000000.00000000 (255.255.192.0).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Penghitungan&lt;/strong&gt;:&lt;/p&gt; &lt;ol&gt;&lt;li style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;strong&gt;Jumlah Subnet&lt;/strong&gt; = 2&lt;sup&gt;x&lt;/sup&gt;, dimana x adalah banyaknya binari 1 pada 2 oktet terakhir. Jadi Jumlah Subnet adalah 2&lt;sup&gt;2&lt;/sup&gt; = 4 subnet&lt;/li&gt;&lt;li style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;strong&gt;Jumlah Host per Subnet&lt;/strong&gt; = 2&lt;sup&gt;y&lt;/sup&gt; - 2, dimana y adalah adalah kebalikan dari x yaitu banyaknya binari 0 pada 2 oktet terakhir. Jadi jumlah host per subnet adalah 2&lt;sup&gt;14&lt;/sup&gt; - 2 = 16.382 host&lt;/li&gt;&lt;li style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;strong&gt;Blok Subnet&lt;/strong&gt; = 256 - 192 = 64. Subnet berikutnya adalah 64 + 64 = 128, dan 128+64=192. Jadi subnet lengkapnya adalah &lt;strong&gt;0, 64, 128, 192&lt;/strong&gt;.&lt;/li&gt;&lt;li style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;strong&gt;Alamat host dan broadcast yang valid?&lt;/strong&gt;&lt;/li&gt;&lt;table border="1" width="420"&gt; &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt; &lt;td&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;strong&gt;Subnet&lt;/strong&gt; &lt;/p&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt; &lt;div align="left"&gt;172.16.&lt;strong&gt;0.0&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt; &lt;/td&gt; &lt;td&gt; &lt;div align="left"&gt;172.16.&lt;strong&gt;64.0&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt; &lt;/td&gt; &lt;td&gt; &lt;div align="left"&gt; &lt;div align="left"&gt;172.16.&lt;strong&gt;128.0&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt; &lt;/div&gt; &lt;/td&gt; &lt;td&gt; &lt;div align="left"&gt; &lt;div align="left"&gt;172.16.&lt;strong&gt;192.0&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt; &lt;/div&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt; &lt;div align="left"&gt;&lt;strong&gt;Host Pertama&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt; &lt;/td&gt; &lt;td&gt; &lt;div align="left"&gt; &lt;div align="left"&gt;172.16.&lt;strong&gt;0.1&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt; &lt;/div&gt; &lt;/td&gt; &lt;td&gt; &lt;div align="left"&gt; &lt;div align="left"&gt;172.16.&lt;strong&gt;64.1&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt; &lt;/div&gt; &lt;/td&gt; &lt;td&gt; &lt;div align="left"&gt; &lt;div align="left"&gt;172.16.&lt;strong&gt;128.1&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt; &lt;/div&gt; &lt;/td&gt; &lt;td&gt; &lt;div align="left"&gt; &lt;div align="left"&gt;172.16.&lt;strong&gt;192.1&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt; &lt;/div&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt; &lt;div align="left"&gt;&lt;strong&gt;Host Terakhir&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt; &lt;/td&gt; &lt;td&gt; &lt;div align="left"&gt; &lt;div align="left"&gt;172.16.&lt;strong&gt;63.254&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt; &lt;/div&gt; &lt;/td&gt; &lt;td&gt; &lt;div align="left"&gt; &lt;div align="left"&gt;172.16.&lt;strong&gt;127.254&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt; &lt;/div&gt; &lt;/td&gt; &lt;td&gt; &lt;div align="left"&gt; &lt;div align="left"&gt;172.16.&lt;strong&gt;191.254&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt; &lt;/div&gt; &lt;/td&gt; &lt;td&gt; &lt;div align="left"&gt; &lt;div align="left"&gt;172.16.&lt;strong&gt;255.254&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt; &lt;/div&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt; &lt;div align="left"&gt;&lt;strong&gt;Broadcast&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt; &lt;/td&gt; &lt;td&gt; &lt;div align="left"&gt; &lt;div align="left"&gt;172.16.&lt;strong&gt;63.255&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt; &lt;/div&gt; &lt;/td&gt; &lt;td&gt; &lt;div align="left"&gt; &lt;div align="left"&gt;172.16.&lt;strong&gt;127.255&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt; &lt;/div&gt; &lt;/td&gt; &lt;td&gt; &lt;div align="left"&gt; &lt;div align="left"&gt;172.16.&lt;strong&gt;191.255&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt; &lt;/div&gt; &lt;/td&gt; &lt;td&gt; &lt;div align="left"&gt; &lt;div align="left"&gt;172.16.&lt;strong&gt;.255.255&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt; &lt;/div&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p&gt;Berikutnya kita coba satu lagi untuk Class B khususnya untuk yang menggunakan subnetmask CIDR /25 sampai /30. Contoh network address &lt;strong&gt;172.16.0.0/25&lt;/strong&gt;.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Analisa&lt;/strong&gt;: 172.16.0.0 berarti kelas B, dengan Subnet Mask /25 berarti 11111111.11111111.11111111.10000000 (255.255.255.128).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Penghitungan&lt;/strong&gt;:&lt;/p&gt; &lt;ol style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Jumlah Subnet&lt;/strong&gt; = 2&lt;sup&gt;9&lt;/sup&gt; = 512 subnet&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Jumlah Host per Subnet&lt;/strong&gt; = 2&lt;sup&gt;7&lt;/sup&gt; - 2 = 126 host&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Blok Subnet&lt;/strong&gt; = 256 - 128 = 128. Jadi lengkapnya adalah (&lt;strong&gt;0, 128&lt;/strong&gt;)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Alamat host dan broadcast yang valid&lt;/strong&gt;?&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;table border="1" width="420"&gt; &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt; &lt;td&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;strong&gt;Subnet&lt;/strong&gt; &lt;/p&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;172.16.&lt;strong&gt;0.0&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;172.16.&lt;strong&gt;0.128&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;172.16.&lt;strong&gt;1.0&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;… &lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;172.16.&lt;strong&gt;255.128&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;&lt;strong&gt;Host Pertama&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;172.16.&lt;strong&gt;0.1&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;172.16.&lt;strong&gt;0.129&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;172.16.&lt;strong&gt;1.1&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;… &lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;172.16.&lt;strong&gt;255.129&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;&lt;strong&gt;Host Terakhir&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;172.16.&lt;strong&gt;0.126&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;172.16.&lt;strong&gt;0.254&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;172.16.&lt;strong&gt;1.126&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;…&lt;/td&gt; &lt;td&gt;172.16.&lt;strong&gt;255.254&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;&lt;strong&gt;Broadcast&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;172.16.&lt;strong&gt;0.127&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;172.16.&lt;strong&gt;0.255&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;172.16.&lt;strong&gt;1.127&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;…&lt;/td&gt; &lt;td&gt;172.16.&lt;strong&gt;255.255&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt; &lt;p&gt;Masih bingung juga? Ok sebelum masuk ke Class A, coba ulangi lagi dari Class C, dan baca pelan-pelan &lt;img src="http://romisatriawahono.net/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif" alt=";)" class="wp-smiley" /&gt; &lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;SUBNETTING PADA IP ADDRESS CLASS A&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kalau sudah mantab dan paham, kita lanjut ke Class A. Konsepnya semua sama saja. Perbedaannya adalah di &lt;strong&gt;OKTET&lt;/strong&gt; mana kita mainkan blok subnet. Kalau Class C di oktet ke 4 (terakhir), kelas B di Oktet 3 dan 4 (2 oktet terakhir), kalau Class A di oktet 2, 3 dan 4 (3 oktet terakhir). Kemudian subnet mask yang bisa digunakan untuk subnetting class A adalah semua subnet mask dari CIDR /8 sampai /30.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kita coba latihan untuk network address &lt;strong&gt;10.0.0.0/16&lt;/strong&gt;.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Analisa&lt;/strong&gt;: 10.0.0.0 berarti kelas A, dengan Subnet Mask /16 berarti 11111111.11111111.00000000.00000000 (255.255.0.0).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Penghitungan&lt;/strong&gt;:&lt;/p&gt; &lt;ol style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Jumlah Subnet&lt;/strong&gt; = 2&lt;sup&gt;8&lt;/sup&gt; = 256 subnet&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Jumlah Host per Subnet&lt;/strong&gt; = 2&lt;sup&gt;16&lt;/sup&gt; - 2 = 65534 host&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Blok Subnet&lt;/strong&gt; = 256 - 255 = 1. Jadi subnet lengkapnya: 0,1,2,3,4, etc.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Alamat host dan broadcast yang valid&lt;/strong&gt;?&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;table border="1" width="420"&gt; &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt; &lt;td&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;strong&gt;Subnet&lt;/strong&gt; &lt;/p&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;10.&lt;strong&gt;0.0.0&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;10.&lt;strong&gt;1.0.0&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;… &lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;10.&lt;strong&gt;254.0.0&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;10.&lt;strong&gt;255.0.0&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;&lt;strong&gt;Host Pertama&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;10.&lt;strong&gt;0.0.1&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;10.&lt;strong&gt;1.0.1&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;… &lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;10.&lt;strong&gt;254.0.1&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;10.&lt;strong&gt;255.0.1&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;&lt;strong&gt;Host Terakhir&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;10.&lt;strong&gt;0.255.254&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;10.&lt;strong&gt;1.255.254&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;…&lt;/td&gt; &lt;td&gt;10.&lt;strong&gt;254.255.254&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;10.&lt;strong&gt;255.255.254&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;&lt;strong&gt;Broadcast&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;10.&lt;strong&gt;0.255.255&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;10.&lt;strong&gt;1.255.255&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;…&lt;/td&gt; &lt;td&gt;10.&lt;strong&gt;254.255.255&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;10.&lt;strong&gt;255.255.255&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt; &lt;p align="justify"&gt;Mudah-mudahan sudah setelah anda membaca paragraf terakhir ini, anda sudah memahami penghitungan subnetting dengan baik. Kalaupun belum paham juga, anda ulangi terus artikel ini pelan-pelan dari atas. Untuk teknik hapalan subnetting yang lebih cepat, tunggu di artikel berikutnya &lt;img src="http://romisatriawahono.net/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif" alt=";)" class="wp-smiley" /&gt; &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Catatan&lt;/strong&gt;: Semua penghitungan subnet diatas berasumsikan bahwa IP Subnet-Zeroes (dan IP Subnet-Ones) dihitung secara default. Buku versi terbaru Todd Lamle dan juga CCNA setelah 2005 sudah mengakomodasi masalah IP Subnet-Zeroes (dan IP Subnet-Ones) ini. CCNA pre-2005 tidak memasukkannya secara default (meskipun di kenyataan kita bisa mengaktifkannya dengan command ip subnet-zeroes), sehingga mungkin dalam beberapa buku tentang CCNA serta soal-soal test CNAP, anda masih menemukan rumus penghitungan Jumlah Subnet = 2&lt;sup&gt;x&lt;/sup&gt; - 2&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8460237645135089708-1823410620319143851?l=dikapolcil-dika.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dikapolcil-dika.blogspot.com/feeds/1823410620319143851/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8460237645135089708&amp;postID=1823410620319143851' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8460237645135089708/posts/default/1823410620319143851'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8460237645135089708/posts/default/1823410620319143851'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dikapolcil-dika.blogspot.com/2009/04/pengertian-subnetting-dan.html' title='Pengertian Subnetting dan perhitungannya'/><author><name>dika</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16557657275003494791</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_FAKl-RT0B2w/S2pHVXDhqEI/AAAAAAAAAC4/P-1ZDaD3BJ8/S220/mbuh.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8460237645135089708.post-50201029021525633</id><published>2009-03-29T18:43:00.001+07:00</published><updated>2009-03-29T18:47:12.847+07:00</updated><title type='text'>Perbedaan antara kabel Straight dan cross</title><content type='html'>Untuk menghubungkan dua buah komputer atau menghubungkan dua buah HUB/Switch dengan kabel UTP, dapat menggunakan kabel crossover. Jika mau menghubungkan komputer ke HUB/Switch, gunakan kabel straight.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pengkabelan straight dan cross, kita bisa lihat standar yang sudah ditetapkan untuk masalah pengkabelan ini, EIA/TIA 568A dan EIA/TIA 568B.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;center&gt;EIA/TIA 568A --- EIA/TIA 568B&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;img src="http://s189.photobucket.com/albums/z55/ianis01/568-A.gif" alt="" width="96" height="287" /&gt;   &lt;img src="http://s189.photobucket.com/albums/z55/ianis01/568-B.gif" alt="" /&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kabel Straight&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kabel straight adalah istilah untuk kabel yang menggunakan standar yang sama pada kedua ujung kabelnya, bisa EIA/TIA 568A atau EIA/TIA 568B pada kedua ujung kabel. Sederhananya, urutan warna pada kedua ujung kabel sama. Pada kabel straight, pin 1 di salah satu ujung kabel terhubung ke pin 1 pada ujung lainnya, pin 2 terhubung ke pin 2 di ujung lainnya, dan seterusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, ketika PC mengirim data pada pin 1 dan 2 lewat kabel straight ke Switch, Switch menerima data pada pin 1 dan 2. Nah, karena pin 1 dan 2 pada switch tidak akan digunakan untuk mengirim data sebagaimana halnya pin 1 dan 2 pada PC, maka Switch&lt;br /&gt;menggunakan pin 3 dan 6 untuk mengirim data ke PC, karena PC menerima data pada pin 3 dan 6.&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;img src="http://s189.photobucket.com/albums/z55/ianis01/pc-sw.png" /&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;Lebih detailnya, lihat gambar berikut : [klik untuk memperbesar]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;a href="http://s189.photobucket.com/albums/z55/ianis01/UTP-Straight.png"&gt;&lt;img src="http://s189.photobucket.com/albums/z55/ianis01/UTP-Straight.png" alt="Kabel Straight" border="0" width="380" height="380" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Penggunaan kabel straight :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;menghubungkan komputer ke port biasa di Switch.&lt;br /&gt;menghubungkan komputer ke port LAN modem cable/DSL.&lt;br /&gt;menghubungkan port WAN router ke port LAN modem cable/DSL.&lt;br /&gt;menghubungkan port LAN router ke port uplink di Switch.&lt;br /&gt;menghubungkan 2 HUB/Switch dengan salah satu HUB/Switch menggunakan port uplink dan yang lainnya menggunakan port biasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kabel crossover&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kabel crossover menggunakan EIA/TIA 568A pada salah satu ujung kabelnya dan EIA/TIA 568B pada ujung kabel lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;a href="http://s189.photobucket.com/albums/z55/ianis01/UTP-Crossover.png"&gt;&lt;img src="http://s189.photobucket.com/albums/z55/ianis01/UTP-Crossover.png" alt="Kabel Crossover" border="0" width="380" height="380" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;Pada gambar, pin 1 dan 2 di ujung A terhubung ke pin 3 dan 6 di ujung B, begitu pula pin 1 dan 2 di ujung B yang terhubung ke pin 3 dan 6 di ujung A. Jadi, pin 1 dan 2 pada setiap ujung kabel digunakan untuk mengirim data, sedangkan pin 3 dan 6 pada setiap ujung kabel digunakan untuk menerima data, karena pin 1 dan 2 saling terhubung secara berseberangan dengan pin 3 dan 6.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengenali sebuah kabel apakah crossover ataupun straight adalah dengan hanya melihat salah satu ujung kabel. Jika urutan warna kabel pada pin 1 adalah Putih Hijau, maka kabel tersebut adalah kabel crossover (padahal jika ujung yang satunya lagi juga memiliki urutan warna yang sama yaitu Putih Hijau sebagai pin 1, maka kabel tersebut adalah kabel Straight). Tapi untungnya, kebanyakan kabel menggunakan standar EIA/TIA 568B pada kedua ujung kabelnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Penggunaan kabel crossover :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;menghubungkan 2 buah komputer secara langsung&lt;br /&gt;menghubungkan 2 buah HUB/Switch menggunakan port biasa diantara kedua HUB/Switch.&lt;br /&gt;menghubungkan komputer ke port uplink Switch&lt;br /&gt;menghubungkan port LAN router ke port biasa di HUB/Switch&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Port biasa VS Port uplink&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Untuk menghubungkan dua buah HUB/Switch atau menghubungkan dua buah komputer secara langsung dibutuhkan kabel crossover. Tapi jika HUB/Switch atau Network Interface Card (NIC) atau peralatan network lainnya menyediakan Uplinkport atau MDI/MDI-X anda bisa menggunakan kabel straight untuk menghubungkan ke port biasa di HUB/Switch atau Network Interface Card atau peralatan network lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;img src="http://s189.photobucket.com/albums/z55/ianis01/uplink.jpg" /&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;catatan dari : &lt;a href="http://solocybercity.wordpress.com/2008/09/05/beda-kabel-straight-dan-cross/"&gt;SoloCyberCity&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;span class="post-author vcard"&gt;persembahan &lt;span class="fn"&gt;zaduna&lt;/span&gt; &lt;/span&gt; &lt;span class="post-timestamp"&gt; : &lt;a class="timestamp-link" href="http://zaduna.blogspot.com/2008/11/perbedaan-antara-kabel-straight-dan.html" rel="bookmark" title="permanent link"&gt;&lt;abbr class="published" title="2008-11-29T07:13:00+07:00"&gt;Saturday, November 29, 2008&lt;/abbr&gt;&lt;/a&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8460237645135089708-50201029021525633?l=dikapolcil-dika.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dikapolcil-dika.blogspot.com/feeds/50201029021525633/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8460237645135089708&amp;postID=50201029021525633' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8460237645135089708/posts/default/50201029021525633'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8460237645135089708/posts/default/50201029021525633'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dikapolcil-dika.blogspot.com/2009/03/perbedaan-antara-kabel-straight-dan.html' title='Perbedaan antara kabel Straight dan cross'/><author><name>dika</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16557657275003494791</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_FAKl-RT0B2w/S2pHVXDhqEI/AAAAAAAAAC4/P-1ZDaD3BJ8/S220/mbuh.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8460237645135089708.post-5892631113192895256</id><published>2009-03-26T10:42:00.000+07:00</published><updated>2009-03-26T10:49:53.417+07:00</updated><title type='text'>7 Layer OSI pada jaringan</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Pengantar Model Open Systems Interconnection(OSI)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Model Open Systems Interconnection (OSI) diciptakan oleh International Organization for Standardization (ISO) yang menyediakan kerangka logika terstruktur bagaimana proses komunikasi data berinteraksi melalui jaringan. Standard ini dikembangkan untuk industri komputer agar komputer dapat berkomunikasi pada jaringan yang berbeda secara efisien.&lt;br /&gt;&lt;span id="more-61"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Model Layer OSI&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;img alt="osigroupedlayers.gif" title="osigroupedlayers.gif" id="image60" src="http://mudji.net/press/wp-content/uploads/2006/05/osigroupedlayers.gif" align="bottom" /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Terdapat 7 layer pada model OSI. Setiap layer bertanggungjawwab secara khusus pada proses komunikasi data. Misal, satu layer bertanggungjawab untuk membentuk koneksi antar perangkat, sementara layer lainnya bertanggungjawab untuk mengoreksi terjadinya “error” selama proses transfer data berlangsung.&lt;br /&gt;Model Layer OSI dibagi dalam dua group: “upper layer” dan “lower layer”. “Upper layer” fokus pada applikasi pengguna dan bagaimana file direpresentasikan di komputer. Untuk Network Engineer, bagian utama yang menjadi perhatiannya adalah pada “lower layer”. Lower layer adalah intisari komunikasi data melalui jaringan aktual.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;“Open” dalam OSI&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;img alt="open.gif" style="width: 221px; height: 73px;" title="open.gif" id="image62" src="http://mudji.net/press/wp-content/uploads/2006/05/open.gif" align="left" width="221" height="73" /&gt;â€œOpenâ€ dalam OSI adalah untuk menyatakan model jaringan yang melakukan interkoneksi tanpa memandang perangkat keras/ “hardware” yang digunakan, sepanjang software komunikasi sesuai dengan standard. Hal ini secara tidak langsung menimbulkan “modularity” (dapat dibongkar pasang).&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Modularity&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Modularity” mengacu pada pertukaran protokol di level tertentu tanpa mempengaruhi atau merusak hubungan atau fungsi dari level lainnya.&lt;br /&gt;Dalam sebuah layer, protokol saling dipertukarkan, dan memungkinkan komunikasi terus berlangsung. Pertukaran ini berlangsung didasarkan pada perangkat keras “hardware” dari vendor yang berbeda dan bermacam-macam alasan atau keinginan yang berbeda.&lt;/p&gt; &lt;table border="1" width="420"&gt; &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt; &lt;td&gt; &lt;div align="center"&gt;Modularity&lt;/div&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td style="width: 309px;"&gt;&lt;img alt="modularity_1.gif" title="modularity_1.gif" id="image63" src="http://mudji.net/press/wp-content/uploads/2006/05/modularity_1.gif" /&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;Seperti contoh Jasa Antar/Kurir. “Modularity” pada level transportasi menyatakan bahwa tidak penting, bagaimana cara paket sampai ke pesawat.&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;&lt;img alt="modularity_2.gif" title="modularity_2.gif" id="image64" src="http://mudji.net/press/wp-content/uploads/2006/05/modularity_2.gif" /&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;Paket untuk sampai di pesawat, dapat dikirim melalui truk atau kapal. Masing-masing cara tersebut, pengirim tetap mengirimkan dan berharap paket tersebut sampai di Toronto. Pesawat terbang membawa paket ke Toronto tanpa memperhatikan bagaimana paket tersebut sampai di pesawat itu.&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;7 Layer OSI&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Model OSI terdiri dari 7 layer :&lt;/p&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Application&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Presentation&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Session&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Transport&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Network&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Data Link&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Physical&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Apa yang dilakukan oleh 7 layer OSI ?&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;img alt="osilayer.gif" title="osilayer.gif" id="image65" src="http://mudji.net/press/wp-content/uploads/2006/05/osilayer.gif" align="bottom" width="451" height="279" /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ketika data ditransfer melalui jaringan, sebelumnya data tersebut harus melewati ke-tujuh layer dari satu terminal, mulai dari layer aplikasi sampai physical layer, kemudian di sisi penerima, data tersebut melewati layer physical sampai aplikasi. Pada saat data melewati satu layer dari sisi pengirim, maka akan ditambahkan satu “header” sedangkan pada sisi penerima “header” dicopot sesuai dengan layernya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Model OSI&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tujuan utama penggunaan model OSI adalah untuk membantu desainer jaringan memahami fungsi dari tiap-tiap layer yang berhubungan dengan aliran komunikasi data. Termasuk jenis-jenis protoklol jaringan dan metode transmisi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Model dibagi menjadi 7 layer, dengan karakteristik dan fungsinya masing-masing. Tiap layer harus dapat berkomunikasi dengan layer di atasnya maupun dibawahnya secara langsung melalui serentetan protokol dan standard.&lt;/p&gt;  &lt;table border="1" width="438"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt; &lt;td&gt; &lt;div align="center"&gt;Model OSI&lt;/div&gt; &lt;/td&gt; &lt;td&gt; &lt;div align="center"&gt;Keterangan&lt;/div&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td style="width: 141px;"&gt;&lt;img alt="osilayers_1.gif" title="osilayers_1.gif" id="image66" src="http://mudji.net/press/wp-content/uploads/2006/05/osilayers_1.gif" align="left" /&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style="width: 281px;"&gt; &lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Application Layer:&lt;/strong&gt; Menyediakan jasa untuk aplikasi pengguna. Layer ini bertanggungjawab atas pertukaran informasi antara program komputer, seperti program e-mail, dan service lain yang jalan di jaringan, seperti server printer atau aplikasi komputer lainnya.&lt;/div&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;&lt;img alt="osilayers_2.gif" title="osilayers_2.gif" id="image67" src="http://mudji.net/press/wp-content/uploads/2006/05/osilayers_2.gif" align="left" /&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt; &lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Presentation Layer:&lt;/strong&gt; Bertanggung jawab bagaimana data dikonversi dan diformat untuk transfer data. Contoh konversi format text ASCII untuk dokumen, .gif dan JPG untuk gambar. Layer ini membentuk kode konversi, translasi data, enkripsi dan konversi.&lt;/div&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;&lt;img alt="osilayers_3.gif" title="osilayers_3.gif" id="image68" src="http://mudji.net/press/wp-content/uploads/2006/05/osilayers_3.gif" align="left" /&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt; &lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Session Layer:&lt;/strong&gt; Menentukan bagaimana dua terminal menjaga, memelihara dan mengatur koneksi,- bagaimana mereka saling berhubungan satu sama lain. Koneksi di layer ini disebut “session”.&lt;/div&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;&lt;img alt="osilayers_4.gif" title="osilayers_4.gif" id="image69" src="http://mudji.net/press/wp-content/uploads/2006/05/osilayers_4.gif" align="left" /&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt; &lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Transport Layer:&lt;/strong&gt; Bertanggung jawab membagi data menjadi segmen, menjaga koneksi logika “end-to-end” antar terminal, dan menyediakan penanganan error (error handling).&lt;/div&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;&lt;img alt="osilayers_5.gif" title="osilayers_5.gif" id="image70" src="http://mudji.net/press/wp-content/uploads/2006/05/osilayers_5.gif" align="left" /&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt; &lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Network Layer:&lt;/strong&gt; Bertanggung jawab menentukan alamat jaringan, menentukan rute yang harus diambil selama perjalanan, dan menjaga antrian trafik di jaringan. Data pada layer ini berbentuk paket.&lt;/div&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;&lt;img alt="osilayers_6.gif" title="osilayers_6.gif" id="image71" src="http://mudji.net/press/wp-content/uploads/2006/05/osilayers_6.gif" align="left" /&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt; &lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Data Link Layer:&lt;/strong&gt; Menyediakan link untuk data, memaketkannya menjadi frame yang berhubungan dengan “hardware” kemudian diangkut melalui media. komunikasinya dengan kartu jaringan, mengatur komunikasi layer physical antara sistem koneksi dan penanganan error.&lt;/div&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;&lt;img alt="osilayers_7.gif" title="osilayers_7.gif" id="image72" src="http://mudji.net/press/wp-content/uploads/2006/05/osilayers_7.gif" align="left" /&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt; &lt;p style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0px;" align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Physical Layer:&lt;/strong&gt; Bertanggung jawab atas proses data menjadi bit dan mentransfernya melalui media, seperti kabel, dan menjaga koneksi fisik antar sistem.&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8460237645135089708-5892631113192895256?l=dikapolcil-dika.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dikapolcil-dika.blogspot.com/feeds/5892631113192895256/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8460237645135089708&amp;postID=5892631113192895256' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8460237645135089708/posts/default/5892631113192895256'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8460237645135089708/posts/default/5892631113192895256'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dikapolcil-dika.blogspot.com/2009/03/7-layer-osi-pada-jaringan.html' title='7 Layer OSI pada jaringan'/><author><name>dika</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16557657275003494791</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_FAKl-RT0B2w/S2pHVXDhqEI/AAAAAAAAAC4/P-1ZDaD3BJ8/S220/mbuh.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8460237645135089708.post-7487724458512460413</id><published>2008-12-24T15:14:00.000+07:00</published><updated>2008-12-24T15:44:06.511+07:00</updated><title type='text'>Sekilas Tentang Teknologi Informasi</title><content type='html'>&lt;strong&gt;&lt;font face="lucida grande" color="#3333ff" size="4"&gt;A.Pengertian Teknologi Informasi&lt;/font&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pengertian dari &lt;em&gt;&lt;strong&gt;Teknologi Informasi&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt; dapat diartikan secara umum sebagai suatu subyek yang luas yang berkenaan tentang teknologi dan aspek lain tentang bagaimana melakukan manajemen dan pemrosesan pengolahan data menjadi informasi. Teknologi informasi ini merupakan subsistem dari sistem informasi (information system). Terutama dalam tinjauan dari sudut pandang teknologinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teknologi merupakan subyek yang berkembang secara terus menerus seiring dengan perkembangan kebutuhan dan pemikiran manusia serta substansi terkait lainnya. Dengan kata lain, teknologi tumbuh dan berkembang berbanding lurus dengan perkembangan peradaban manusia itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti yang kita telah ketahui, &lt;em&gt;&lt;strong&gt;Teknologi Informasi pada intinya adalah&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt; melakukan manajemen dan pemrosesan pengolahan data menjadi informasi. Dalam hal ini operasi aritmetika dan operasi logika wajib dilakukan. Dalam situasi konvensional, manusia hanya dapat melakukan proses data yang sederhana, seperti halnya saat kita menghitung suatu logika matematika sederhana (tambah, kurang, kali, dan bagi) maka yang dibutuhkan adalah sebuah coretan di kertas atau penggunaan kalkulator sederhana. Sedangkan dalam kondisi perhitungan yang rumit, maka bila dilakukan secara manual oleh manusia akan memerlukan tenaga, pemikiran, dan waktu yang sangat banyak. Untuk itu dipergunakanlah suatu mesin/alat yang dapat mengerjakan pekerjaan rumit tersebut. Dalam hal ini, komputer dapat digunakan untuk melakukan proses perhitungan dengan jumlah data yang sangat banyak tanpa lelah dan dapat melakukan proses dengan cepat tanpa kesalahan. Karena itu peran komputer dalam Teknologi Informasi sangat penting atau mutlak diperlukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;font face="arial"&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;font color="#3333ff"&gt;&lt;font face="lucida grande"&gt;B.Dampak Perkembangan Teknologi Informasi Dalam Dunia Bisnis&lt;/font&gt;.&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Teknologi informasi dapat dipergunakan untuk menggantikan peran manusia. Dalam hal ini, teknologi informasi melakukan otomasi terhadap suatu tugas atau proses. Teknologi informasi juga dapat memperkuat peran manusia, &lt;em&gt;&lt;font color="#ff6600"&gt;&lt;strong&gt;&lt;font color="#cc0000"&gt;yakni&lt;/font&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/font&gt;&lt;/em&gt;dengan menyajikan informasi terhadap suatu tugas atau proses. Selain itu juga teknologi informasi berperan dalam restrukturisasi terhadap peran manusia. Dalam hal ini, teknologi berperan dalam melakukan perubahan-perubahan terhadap sekumpulan tugas atau proses. Peran teknologi informasi dalam perkembangannya dapat mengubah paradigma lama yang sudah semakin sulit untuk menyesuaikan diri pada perkembangan kebutuhan manusia yang semakin kompleks, atau bahkan merombak total aturan-aturan baku yang telah lama berlangsung. Dalam hal ini teknologi informasi lebih bersifat sebagai katalisator perubahan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;font face="lucida grande" color="#3333ff" size="4"&gt;C.Kesimpulan&lt;/font&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Informasi adalah&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt; hasil pengolahan data yang memberikan arti dan manfaat. Dengan demikian berarti tidak semua hasil pengolahan data tersebut dapat menjadi informasi, hasil pengolahan data yang tidak memberikan makna atau arti serta tidak bermanfaat bagi seseorang bukanlah merupakan informasi bagi orang tersebut. Dalam hal ini, ada tiga hal penting yang harus diperhatikan,&lt;strong&gt; yaitu&lt;/strong&gt; &lt;strong&gt;:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Informasi merupakan hasil pengolahan data&lt;br /&gt;2. Memberi makna atau arti&lt;br /&gt;3. Berguna atau bermanfaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Tepatnya Informasi adalah&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt; data yang telah diolah menjadi sebuah bentuk yang berarti bagi penerimanya dan bermanfaat dalam mengambil keputusan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara sederhana &lt;strong&gt;"teknologi informasi"&lt;/strong&gt; dapat dikatakan sebagai ilmu yang diperlukan untuk mengolah informasi agar informasi tersebut dapat dicari dengan mudah dan akurat. Isi dari ilmu tersebut dapat berupa prosedur, cara-cara dan teknik-teknik untuk menumpulkan, menyimpan, mengolah atau menelusuri informasi secara efisien dan efektif. &lt;em&gt;&lt;strong&gt;Dengan kata lain teknologi&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt; &lt;em&gt;&lt;strong&gt;informasi adalah&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt; serangkaian tahapan penanganan informasi, yang meliputi penciptaan informasi, pemeliharaan saluran informasi, seleksi dan transmisi informasi, penerimaan informasi secara selektif, penyimpanan dan penelusuran informasi, dan penggunaan informasi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8460237645135089708-7487724458512460413?l=dikapolcil-dika.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dikapolcil-dika.blogspot.com/feeds/7487724458512460413/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8460237645135089708&amp;postID=7487724458512460413' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8460237645135089708/posts/default/7487724458512460413'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8460237645135089708/posts/default/7487724458512460413'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dikapolcil-dika.blogspot.com/2008/12/sekilas-tentang-teknologi-informasi.html' title='Sekilas Tentang Teknologi Informasi'/><author><name>dika</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16557657275003494791</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_FAKl-RT0B2w/S2pHVXDhqEI/AAAAAAAAAC4/P-1ZDaD3BJ8/S220/mbuh.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8460237645135089708.post-4349259345466659300</id><published>2008-12-23T15:12:00.000+07:00</published><updated>2008-12-23T15:28:36.021+07:00</updated><title type='text'>Puisi</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:lucida grande;font-size:130%;color:#330099;"&gt;&lt;strong&gt;Puisi Untuk Sahabat&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#6633ff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;color:#ff6600;"&gt;Sahabat. . .&lt;br /&gt;Kau adalah sahabatku teman pelipur laraku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;color:#ff6600;"&gt;Bersamamu aku bisa berbagi cerita indah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;color:#ff6600;"&gt;Cerita tentang kegagalanku. . .&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color:#ff6600;"&gt;Dan dengan mu pula aku bisa tuangkan segala keluh kesahku. .&lt;/span&gt; .&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;Sahabat. . .&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;Saat kau sedih aku menangis&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;Saat kau terluka hatiku tercabik&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;Saat kau gundah aku selalu resah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#cc0000;"&gt;Sahabat. . .&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#cc0000;"&gt;Dimana jangan kau anggap aku aorang lain &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#cc0000;"&gt;Aku adalah dirimu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#cc0000;"&gt;Aku adalah saudaramu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#cc0000;"&gt;Aku siap korban kan jiwaku &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#cc0000;"&gt;Agar kekal persahabatan kita selamanya. . .&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8460237645135089708-4349259345466659300?l=dikapolcil-dika.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dikapolcil-dika.blogspot.com/feeds/4349259345466659300/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8460237645135089708&amp;postID=4349259345466659300' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8460237645135089708/posts/default/4349259345466659300'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8460237645135089708/posts/default/4349259345466659300'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dikapolcil-dika.blogspot.com/2008/12/puisi.html' title='Puisi'/><author><name>dika</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16557657275003494791</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_FAKl-RT0B2w/S2pHVXDhqEI/AAAAAAAAAC4/P-1ZDaD3BJ8/S220/mbuh.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8460237645135089708.post-3410771760624689318</id><published>2008-12-09T15:44:00.000+07:00</published><updated>2008-12-24T16:05:22.057+07:00</updated><title type='text'>Apa itu Blog</title><content type='html'>&lt;strong&gt;&lt;font color="#3333ff" size="4"&gt;Pengertian Blog&lt;/font&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Blog adalah&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; kependekan dari Weblog, istilah yang pertama kali digunakan oleh Jorn Barger pada bulan Desember 1997. Jorn Barger menggunakan istilah Weblog untuk menyebut kelompok website pribadi yang selalu diupdate secara kontinu dan berisi link-link ke website lain yang mereka anggap menarik disertai dengan komentar-komentar mereka sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Blog kemudian berkembang mencari bentuk sesuai dengan kemauan para pembuatnya atau para Blogger. Blog yang pada mulanya merupakan ''catatan perjalanan'' seseorang di internet, yaitu link ke website yang dikunjungi dan dianggap menarik, kemudian menjadi jauh lebih menarik daripada sebuah daftar link. Hal ini disebabkan karena para Blogger biasanya juga tidak lupa menyematkan komentar-komentar ''cerdas'' mereka, pendapat-pendapat pribadi dan bahkan mengekspresikan sarkasme mereka pada link yang mereka buat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari komentar-komentar tadi biasanya Blog kemudian menjadi jendela yang memungkinkan kita ''mengintip'' isi kepala dan kehidupan sehari-hari dari penciptanya. Blog adalah cara mudah untuk mengenal kepribadian seseorang Blogger. Topik-topik apa yang dia sukai dan tidak dia sukai, apa yang dia pikirkan terhadap link-link yang dia pilih, apa tanggapannya pada suatu isu. Seluruhnya biasanya tergambar jelas dari Blog-nya. Karena itu Blog bersifat sangat personal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Perkembangan lain dari Blog yaitu&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; ketika kemudian Blog bahkan tidak lagi memuat link-link tapi hanya berupa tulisan tentang apa yang seorang Blogger pikirkan, rasakan, hingga apa yang dia lakukan sehari-hari. Blog kemudian juga menjadi diary anline yang berada di internet. Satu-satunya hal yang membedakan Blog dari diary atau jurnal yang biasa kita miliki adalah bahwa Blog dibuat untuk dibaca orang lain. Para Blogger dengan sengaja mendesain Blog-nya dan isinya untuk dinikmati orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Pada tahun 1998&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;, jumlah Blog yang ada di luar sana belumlah seberapa. Hal ini disebabkan karena saat itu diperlukan keahlian dan pengetahuan khusus tentang pembuatan website, HTML, dan web hosting untuk membuat Blog, sehingga hanya mereka yang berkecimpung di bidang internet, System Administrator atau Web Designer yang kemudian pada waktu luangnya menciptakan Blog-Blog mereka sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Pada Agustus 1999,&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt; sebuah perusahaan Silicon Valley bernama Pyra Lab meluncurkan layanan Blogger.com yang memungkinkan siapa pun dengan pengetahuan dasar tentang HTML dapat menciptakan Blog-nya sendiri secara online dan gratis. Walaupun sebelum itu (Juli 1999) layanan membuat Blog online dan gratis yaitu Pitas telah ada dan telah membuat Blogger bertambah hingga ratusan, tetapi jumlah Blog tidak pernah bertambah banyak begitu rupa sampai Blogger.com muncul di dunia per-blog-an.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8460237645135089708-3410771760624689318?l=dikapolcil-dika.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dikapolcil-dika.blogspot.com/feeds/3410771760624689318/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8460237645135089708&amp;postID=3410771760624689318' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8460237645135089708/posts/default/3410771760624689318'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8460237645135089708/posts/default/3410771760624689318'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dikapolcil-dika.blogspot.com/2008/12/media-promosi-di-internet-punya-produk.html' title='Apa itu Blog'/><author><name>dika</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16557657275003494791</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_FAKl-RT0B2w/S2pHVXDhqEI/AAAAAAAAAC4/P-1ZDaD3BJ8/S220/mbuh.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
